Varian Covid-19 Hantam Asia Tenggara, Diberitakan Media Asing Negara Indonesia Paling Menderita

  • Whatsapp

Majalahtrass.com, – Indonesia disebut sebagai negara paling menderita dalam menghadapi wabah Varian Virus Corona yang dalam beberapa pekan terakhir ini kian menggila di Asia Tenggara.

Telah diberitakan, Media Turki Daily Sabah pada Jumat (9/7/2021) menyebutkan, Indonesia adalah negara yang paling menderita dan terpukul dengan menjangkitnya Virus Covid-19 yang mematikan di kawasan ini.

Read More

Seiring waktu berjalan, Pada saat negara-negara di Eropa dan Amerika mulai melakukan pelonggaran atas pembatasan penyebaran Virus Corona.

Justru di Asia Tenggara, yang pastinya di Indonesia, malah mengeluarkan kebijakan untuk makin memperketat pembatasan sosial.

Salah satu media asing menyebutkan, pada Kamis (8/7/2021), Indonesia dihujam kasus penyebaran Virus Corona yang kian melesat.

Diketahui kemarin, tercatat 38.391 kasus, atau enam kali lipat dari bulan sebelumnya.

Tak hanya itu, dalam seminggu jumlah kematian hariannya meningkat dua kali lipat dari awal Juli.

Sedangkan rumah sakit di pulau Jawa kini kewalahan dalam menangani pasien.

Semua ruang perawatan dipenuhi oleh pasien Covid-19, dan tidak ada tempat lagi untuk pasien-pasien berikutnya yang terus berdatangan.

Sehingga, mereka pun dirawat di koridor dan di halaman rumah sakit.

Selain itu, keterbatasan pasokan oksigen juga telah mempercepat lajunya pertumbuhan angka kematian.

Diketahui saat ini, empat dari lima kuburan Covid-19 yang ditunjuk di ibu kota Jakarta hampir penuh.

Sementara, peningkatan kasus virus Covid-19 secara signifikan juga terjadi di Malaysia, dan di Thailand pada hari Kamis (8/7/2021).

Di Thailand, terminal baru di bandara ibu kota Thailand diubah menjadi rumah sakit lapangan berkapasitas 5.000 tempat tidur.

Sedangkan di Myanmar, tercatat lebih dari 4.000 kasus baru pada hari Kamis (8/7/2021). Dan ini adalah kasus terbanyak sejak wabah covid-19 merebak pada awal 2020 silam.

Dijelaskan, Dicky Budiman, ahli epidemiologi dari Griffith University mengatakan,

Indonesia saat ini sedang berjuang untuk mengatasi varian delta. Dan berusaha keras untuk inkonsistensi dalam melakukan sosialisasi bahaya Covid-19 dan penegakan protokol kesehatan.

Selain itu, Dia juga menyebutkan perlunya memperluas jangkauan vaksin untuk melindungi populasi dengan lebih baik.

Sedangkan vaksin yang digunakan hendaknya adalah vaksin yang sudah teruji oleh WHO.

Namun, kenyataannya, di kawasan Asia Tenggara, penggunaan Vaksin Sinovac sangat mendominasi.

Padahal, sudah diketahui efektivitas vaksin ini sangat diragukan.

“Vaksin pasti ada manfaatnya, tapi ada juga sisi lemahnya. Kenapa? Dalam menangani pandemi dalam skala yang lebih besar.vaksin tidak bisa berdiri sendiri. Vaksin perlu didiversifikasi,” ungkap Dicky Budiman.

Ditambah lagi Kondisi sekarang diperparah dengan tingkat vaksinasi yang tetap rendah, dengan 5,4% dari 270 juta penduduk Indonesia telah diinokulasi penuh, sekitar 2,7% orang di Filipina dan 4,7% dari populasi di Thailand.

Sedangkan Malaysia telah memvaksinasi 9,3% dari 32 juta penduduknya dan telah memberlakukan penguncian yang ditingkatkan di ibu kota dan di sejumlah negara bagian.**rry

Related posts