Usut Kembali Kasus Korupsi E-KTP, KPK Panggil Kembali 1 Saksi

  • Whatsapp

JAKARTA, majalahtrass.com,- Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Dilakukan kembali pengusutan itu ditandai dengan pemanggilan seorang saksi yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yakni Muhammad Wahyu Hidayat pada, Senin, (4/10).

Read More

Hal itu, sebagaimana diketahui, Wahyu Hidayat pernah menjabat sebagai Kepala Subdit Informasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Keterangan Wahyu dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos (PLS).

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka PLS,” terang Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (4/10/2021).

Diberitakan sebelumnya, sekadar informasi, KPK telah menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Terkait kasus itu, sebelumnya, KPK telah menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus ini. Mereka adalah Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari.

Sebelumnya, sejumlah delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP. Mereka telah divonis bersalah atas perkara korupsi e-KTP dan dijatuhi hukuman yang berbeda-beda oleh pengadilan.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini, yaitu Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP. Keduanya juga telah divonis bersalah.**Red(Ferry)

Related posts