Sudah Dua Bulan, Sungai Pisangan Tangerang Tercemar Oli

MAJALAHTRASS.COM, Tangerang,– Kerap menimbulkan bau yang tidak sedap dan rentan menimbulkan penyakit itulah gambaran yang membayangi keseharian warga dibantaran Aliran sungai yang melintasi Kampung Sarakan, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang karena aliran sungai Pisangan tercemar limbah oli.

Read More

Deden, salah satu warga Gren Permata Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang mengatakan, setiap malam dirinya bersama warga lainnya selalu mencium aroma bau oli dari aliran sungai tersebut. Aroma yang ditimbulkan itu membuat warga merasa mual dan pusing.

“Bau oli yang sudah lama, dan aromanya itu membuat mual dan pusing,” ujarnya, Jumat (4/3).

Hal yang sama dikatakan Daman Huri warga kampung Sarakan. Menurutnya, aroma bau oli itu sudah sejak dua bulan terakhir sering muncul.

Dia menyatakan, aroma tersebut sangat menganggu aktivitas warga setempat, bahkan dirinya khawatir aroma itu bisa menimbulkan penyakit dalam pada saluran pernafasan. Pasalnya, warga setiap hari menghirup aroma bau tersebut.

“Mungkin kurang lebih sudah dua bulan, aroma ini menyerbak mengganggu masyarakat,,” katanya.

Dia berharap pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bisa segera bergerak untuk melakukan pengecekan dan mencari sumber bau yang sudah meresahkan masyarakat.

“Sepertinya aroma itu ditimbulkan oleh salah satu pabrik oli, karena aroma yang ditimbulkan mengeluarkan bau oli yang busuk, kami berharap pemerintah bisa bergerak cepat,” pintanya.

Sementara, Kepala Desa Pisangan Jaya, Muhamad Hotib mengaku, banyak aduan masyarakat yang mengeluhkan aroma bau oli tersebut. Diantaranya, warga Kampung Sarakan, Perumahan Peramata Sepatan, Geriya Sepatan, Kampung Bubulak dan Kampung Bendungan, Desa Pisangan Jaya.

Ia pun meminta, Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa segera melakukan pengecekan. Dan apabila nantinya ada yang terbukti melakukan pencemaran limbah. Maka perusaha atau orang tersebut diberikan sanksi tegas dan tidak membuang limbah secara sembarangan lagi.

“Memang sudah banyak sekali warga yang mengeluhkan aroma tersebut. Bahkan, semalam banyak sekali warga yang datang dan menelpon saya karena mengeluhkan aroma itu. Saya rasa aroma itu ditimbulkan dari Sungai Cirarab, kemungkinan limbahnya dibuang ke sana,” kata dia. **MDT

Related posts