Subdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Mengungkap Sindikat Peredaran Dollar Palsu

  • Whatsapp

Jakarta, majalahtrass.com,- Subdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus peredaran mata uang dollar Amerika palsu. Dalam kasus ini polisi menangkap empat pelaku yang berinisial Sul, Is, Hs, dan Ad ditangkap di tempat yang berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, keempat sindikat ini mempunyai peran dan tugas yang berbeda-beda.

Read More

“Terhadap tersangka Sul dan Is tugasnya mengedarkan dollar palsu tersebut sedangkan Hs bagiannya yang mencetak uang palsu, dan juga sekaligus penjual merangkap sebagai pemodal, serta yang memegang masternya, jadi dia pelaku otaknya,” papar Yusri didepan awak media di Mapolda Metro Jaya , Rabu (10/3/2021).

“Selanjutnya, Ad ini tugasnya hanya membantu Hs untuk pencetakan uang palsu,” lanjutnya.

Komplotan sindikat ini, ujar Yusri, awalnya beroperasi sejak tahun 2018 yang lalu. Selama waktu itu hingga sekarang, telah dicetak sebanyak 540 ribu lembar pecahan USD 100 palsu yang telah berhasil diedarkannya.

“Dinilai dirupiahkan senilai sekitar Rp 78 miliar yang telah beredar dijual keluar. Sedangkan sisa yang tertangkap ada sekitar 1.000 lembar (pecahan USD 100 palsu) inipun kalau dirupiahkan sekitar Rp 1,4 miliar yang telah kita amankan,” jelasnya.

Menurut Yusri, mata uang dollar palsu yang dicetak para tersangka lumayan bagus. Sedangkan Hs mengakui, dia hanya mempelajari cara membuat uang palsu dengan cara otodidak, mempelajarinya lewat Google dan juga di media sosial.

“Setiap sebulannya dia bisa mengedarkan 15 ribu lembar, jadi 15 ribu uang palsu pecahan USD 100 jumlahnya sekitar 1,5 juta dollar Amerika. Dipasarkan per seribunya dia jual Rp 7 juta,” ungkapnya.

Secara rinci Yusri menjelaskan, keempat tersangka tersebut ditangkap di beberapa jumlah lokasi yang berbeda-beda. Ada yang ditangkap di kawasan Mustika Jaya, ada Bekasi, dan ada di Pandeglang, dan di Bogor.

“Kami masih mengejar pelaku-pelaku yang lainnya. Termasuk juga mengedarkannya dimanapun kami masih mengembangkan dan mendalaminya terus,” ungkapnya.

Dari akibat perbuatannya ini, tersangka kita dijerat dengan Pasal 244 KUHP dan atau 245 KUHP dan pasal 3, 4, 5 Undang-undang Nomor. 8 Tahun 2010, yaitu tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang , dengan ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.**rry

Related posts