Sidang Kasus Penganiyaan Berat di Pengadilan Negeri Sungguminasa; Oknum Jaksa Gowa Diduga Lakukan Intimidasi Dan Melecehkan Harkat Martabat Perempuan

Pengacara Brigjen TNI (purn) Drs. Rivai Zakaria S Yahya.SH. mengatakan dalam keterangan tertulisnya kepada awak media majalahtrass.com, di Jakarta, Rabu, (14/9/2022). Sebelumnya dalam proses sidang berjalan, Pengacara Drs. Rivai Zakaria S Yahya.SH. telah berkirim pesan kepada oknum jaksa penuntut umum

Read More

MAJALAHTRASS.COM, GOWA SULSEL,–Pengacara Brigjen TNI (purn) Drs. Rivai Zakaria S Yahya.SH. mengatakan dalam keterangan tertulisnya kepada awak media majalahtrass.com, di Jakarta, Rabu, (14/9/2022). Sebelumnya dalam proses sidang berjalan, Pengacara Drs. Rivai Zakaria S Yahya.SH. telah berkirim pesan kepada oknum jaksa penuntut umum yang bunyinya:

Assalammualaikum w .w. selamat pagi,salam sehat dan salam sukses pak Andi.Ichyazul.Kami kenalkan diri nama saya Brig.Jend TNI purn.R.Zakaria Yahya SH,sebagai keluarga dan kerabat dari pelapor Ibu Sriningrum dan putrinya Meisya,atas pelanggaran yang dilakukan terdakwa sdr..M.Yusuf ttg UU perlindungan anak dan pelanggaran KUHAP.Pihak ka.i hanya mengharapkan saudara dengan hati nurani yang bersih,dan benar2 dengan baik memberikan penuntutan yang sesuai dengan akal sehat dan adil. karena kerja saudara sèlama ini sedang dan selalu diamati oleh pihak kejaksaan agung (Jamwas dan Jampidum)sebagai.mana yang telah diinformasikan oleh kami,dan juga komisi kejaksaan dan dewan pers di Jakarta.Kami harapkan kasus ini dapat menjadi pintu masuk untuk masa depan anda yang cemerlang.Informasi tambahan sekarang keluarga terdakwa sedang merekayasa laporan balik,yang mana sedang kami siapkan laporan kembali mengenai pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE.Sukses anda merupakan juga sukses keJaksaan tinggi di U.Pandang.Tuntutlah berdasarkan hati yang bersih dan mendidik dan jangan didasarkan adanya ketidak adilan.Terima kasih selalu sehat dan sukses.Wass.

Sungguh sangat disayangkan sampai terjadinya penganiayaan berat terhadap tiga orang perempuan, bahkan salah satunya anak dibawah umur inisal M 14 tahun

Sungguh sangat disayangkan sampai terjadinya penganiayaan berat terhadap tiga orang perempuan, bahkan salah satunya anak dibawah umur inisal M 14 tahun. Hal ini terjadi terhadap seorang ibu warga gowa sulawesi selatan, yang menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya sendiri dimana dirinya serta anaknya yang masih dibawah umur yang mengakibatkan putrinya sempat mengalami pendarahan pada kornea matanya, dan adiknya saat di aniaya, penganiayaan ini sendiri terjadi Kabupaten Gowa, Pada Senin Malam 30/05/2022, sekitar pukul 19:30 wita lalu, sehingga kasus penganiayaan berat terhadap korbannya perempuan semua sempat viral di Medsos.

Ibu Warga Gowa ini diketahui berinisial (NN) yang menjadi korban penganiayaan saat ini proses hukumnya berlanjut ditingkat kejaksaan, diduga mendapat percobaan intimidasi serta dugaan pelecehan harkat dan martabat terhadap perempuan oleh oknum jaksa yang menangani perkara kasus tersebut.

Diketahui Ibu Warga Gowa ini diketahui berinisial (NN) yang menjadi korban penganiayaan saat ini proses hukumnya berlanjut ditingkat kejaksaan, diduga mendapat percobaan intimidasi serta dugaan pelecehan harkat dan martabat terhadap perempuan oleh oknum jaksa yang menangani perkara kasus tersebut.

Hal ini dari pengakuan Korban sendiri inisial (NN) melalui via telpon yang akunya mengajak atau mengadakan musyawarah untuk berdamai dengan memberikan konvensasi kepada korban NN, pada, Selasa Sore,(13/09/2022), oknum jaksa diduga melanggar kode Etik dan larangan perilaku jaksa yang tertuang dalam PERATURAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER–014/A/JA/11/2012 TENTANG KODE PERILAKU JAKSA.

Sepanjang waktu berjalan, sidang kasus penganiayaan tersebut, disaksikan dan korban mendengarnya sendiri sudah masuk ke agenda pembacaan tuntuta. Dan anehnya oknum jaksa menuntut terdakwa penganiayaan satu tahun delapan bulan usai melakukan intimidasinya tidak berhasil alias ditolok korban, sehingga ibu Arny Yonathan, SH selaku Pengacara Korban (NN) menduga oknum jaksa yang menangani kasus (NN) diduga sudah terjadi kesepakatan kongkalikong dengan terdakwa hal ini dilihat dari kelakuan oknum jaksa tidak suka terhadap korban.

“Ditambah lagi terdakwa dikenakan pasal berlapis, dan didakwa tiga pasal berlapis yakni pasal 80 ayat 1 junto pasal 76 junto pasal 351, selain itu ditambah lagi sang oknum seakan tidak mau mengkonfirmasi perkembangan kasus (NN) sehingga mencoba memaksa korban agar mencabut laporannya artinya damai dengan pelaku lalu ingin memberikan uang sebagai konpensasi agar tidak dilanjut kasusnya,”bebernya.

Terkait kasus penganiyaan tersebut dan berita ini dimuat di medsos, kemudian mencoba menghubungi sang oknum jaksa melalui pesan via whatsapp namun belum ada jawaban, selain itu dalam berita ini sengaja untuk tidak menyebut inisial atau nama terhadap oknum jaksa sebagai Jaksa penuntut umum, dan oknum jaksa ini bertugas di kejaksaan negeri (Kejari) Sungguminasa Gowa.**F01

Related posts