Rasa Bersalah Ikuti Perintah Juliari, Matheus Bantu KPK Keterlibatan Pihak Lainnya

  • Whatsapp

Majalahtrass.com,- Mantan anak buah Juliari Peter Batubara saat menjabat sebagai Menteri Sosial, Matheus Joko Santoso, akan siap membantu mengungkap keterlibatan pihak-pihak lainnya dalam kasus korupsi bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19 di Kementerian Sosial (Kemensos) 2020.

Read More

Hal itu disampaikan langsung oleh tim penasihat hukum Matheus Joko Santoso, Tangguh Setiawan, barsamaan waktu itu juga menyampaikan bahwa pihaknya dan Matheus Joko menyatakan tidak mengajukan upaya hukum banding atas vonis pidana penjara 9 tahun dan denda sebesar Rp 450 juta subsider 6 bulan kurungan.

Matheus Joko Santoso Selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako Covid-19, selain itu, Matheus Joko Santoso juga dijatuhi pidana untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 1.560.000.000 subsider 1,5 tahun kurungan.

“Kami dari tim Penasihat Hukum yang mewakili Matheus Joko Santoso dari Law Firm Tangguh Setiawan Sirait & Partners tidak akan mengajukan upaya Hukum Banding, begitu pula dengan klien kami Matheus Joko Santoso,” terang Tangguh kepada awak media, Rabu sore, (8/9)

Berawalnya, kata Tangguh, Matheus Joko Santoso merasa bersalah karena telah mendengarkan dan menuruti perintah Juliari yang salah dan keliru . Yaitu memungut fee Rp 10 ribu per paket sembako Covid-19 kepada para penyedia atau vendor.

“Beliau sangat menyesal mengikuti perintah yang salah dan keliru tersebut, saat ini pak Matheus Joko Santoso dirinya merasa tidak perlu upaya banding dan menerima vonis hakim,” tutur Tangguh.

Hal ini terkait telah dikabulkannya permohonan menjadi saksi pelaku yang bekerjasama atau Justice Collaborator (JC), lanjut Tangguh, kliennya akan siap membantu KPK mengungkap keterlibatan pihak lainnya dalam kasus Bansos ini.

“Dalam hal ini, kami bersedia membantu KPK untuk mengungkap orang-orang yang ikut terlibat. Sebagaimana wujud keseriusan kami meminta maaf kepada publik karena telah menuruti perintah Menteri yang salah,” pungkas Tangguh.**rry

Related posts