Puluhan Polisi di Polda Metro Jaya Dipecat

  • Whatsapp

TRASS – Polda Metro Jaya, IrjenPol Fadil Imran sedikitnya 45 personel bandel dipecat dengan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat ( PTDH ).

Puluhan aparat penegak hukum diberhentikan terlibat berbagai pelanggaran dan penyimpangan.
” Jumlah ada 45 personel diberikan hukuman berupa PTDH selama di tahun 2020,” ujar Kapolda Metro Jaya Fadil Imran,di Balai Pertemuan Metro Jaya,Rabu,23 Desember 2020.

Read More

Fadil Imran mengatakan semua anggota yang terkena sanksi PTDH naik meningkat 13 persen dibanding tahun lalu 2019.

” Tahun 2019 berjumlah 40 orang,meningkat sebanyak lima orang atau 13 persen,” lanjutnya, dari jumpa pers akhir tahun 2020.

Disisi lain,Polda Metro Jaya mencatat ada 416 anggota yang mendapat penghargaan sebagai bentuk tanda jasa.

Walaupun demikian,Fadil Imran menyebutkan jumlahnya menurun dibanding 2019 mencatat ada 619 personil menerima penghargaan.

“Menurun 203 personel atau 33 persen,” ujar Fadil Imran.

Waktu kesempatan itu Fadil juga menyampaikan angka tindak kejahatan pada tahun 2020mengalami penurunan dibandingkan pada waktu tahun 2019.

Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2020 tercatat sebanyak 30.324 tindak kejahatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sedangkan pada tahun 2019 tercatat 32.614 tindak kejahatan.

Tingkat penurunan total sebanyak 2.290 kasus dan ‘crime clearance’ nya ( kasus terselesaikan ) mengalami peningkatan sebesar 15 persen.
Pasalnya, pada tahun 2019, ‘crime clearance’ nya ada sebanyak 31.854 dan pada tahun sekarang sebanyak 34.239 kasus,” ujarnya.

Kapolda Metro Jaya.IrjenPol. Fadil Imran mengatakan dalam rangka penyelesaian kasus naik sebesar 2.385 kasus sama dengan 15 kasus. Sedangkan resiko warga yang menjadi korban tindak pidana juga terjadi penurunan tujuh persen.

Perkiraan Fadil Imran,tindak pidana yang menonjol jumlahnya paling banyak tahun 2020 yaitu narkoba dengan jumlah 4.407. waktu dibandingkan dengan tahun 2019 terjadi penurunan sebesar 16 persen pada tahun lalu sebanyak 5.231 kasus.

Kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya tahun 2020 sebanyak 1.456 kasus dan di tahun 2019 sebanyak 1.279 kasus.

Sedangkan untuk penyelesaian kasusnya terjadi peningkatan 10 persen karena di tahun 2019 ada 2.145 kasus dan tahun sekarang 2367 kasus.

Lebih lanjut Fadil mengatakan,kasus pencurian kendaraan bermotor menempati urutan ke tiga yakni sebanyak 1.040 kasus sementara jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan di tahun 2019 sebanyak 1.138 kasus yakni turun 9 persen.

Dalam penyelesaian kasus pencurian kendaraan bermotor mengalami peningkatan yang signifikan,karena tahun lalu ada sebanyak 846 kasus diselesaikan di tahun 2020 sekarang sebanyak 2.036 kasus terselesaikan terjadi peningkatan sebesar 141 persen.

“Kasus-kasus pada waktu tahun sebelumnya berhasil kita ungkap sehingga terjadi peningkatan,” ujar Fadil Imran.** Fer/TRASS.

Related posts