Posisi Jenderal Polisi Aktif Andap Budhi Revianto, Di Kemenkum HAM Menjadi Pembicaraan

  • Whatsapp
Komjen Pol Andap Budhi Revianto

Jakarta, majalahtrass.com,- Indonesia Police Watch (IPW) menyikapi dwi fungsi kepolisian yang dijabat Komjen Andap Budhi Revianto. Diketahui, saat ini Andap menjabat sebagai Sekjen Kemenkum HAM juga jenderal bintang tiga aktif di kepolisian.

“Kalau rangkap jabatan itu artinya ada ketentuan yang ditabrak, semestinya polisi yang aktif di sisi lain seharusnya mengundurkan diri,” ucap Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/4).

Read More

Ketua Presidium IPW Neta S Pane,mencontohkan, seharusnya Andap dapat memilih di antara dua jabatan yang pada saat ini melekat. Dikarenakan, kedua jabatan yang diemban Andap saat ini tidak terkait dengan kepolisian, maka dari itu tidak bisa disamakan dengan BNN atau BNPT yang bersamaan dijabat perwira tinggi Polri.

“Kalau memang sekjen di Kumham, itu tidak ada kaitan, itu jabatan karir dari institusi, dan ini yang sangat kita sayangkan,” jelas Neta.

Harapannya, Neta mengharapkan ada kearifan dari yang bersangkutan untuk dapat memilih jabatan yang terkait.
Selain itu, Menurut Neta, hal serupa pernah dilakukan Tito Karnavian saat menjadi Menteri Dalam Negeri dan Ronny Sompie saat itu menjabat sebagai Dirjen Imigrasi.

“Dari dua contoh itu, seharusnya jabatan yang diduduki Komjen Andap tidak sah karena ia rangkap jabatan bertugas di dua lembaga tinggi negara. Dengan bahasa gampangnya, pemerintah harus membayar dua kali gaji kepada jenderal bintang tiga ini,” tandas Neta.

Diketahui, Komjen Andap Budhi Revianto saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM sedangkan masih berstatus polisi aktif. Mulanya, bergesernya Andap ke Kemenkum HAM hanya ditugaskan untuk perbantukan.

Kemudian sudah sebulan berlalu sejak dilantik pada 10 Maret 2021, Jendral bintang tiga ini masih mengemban jabatan tinggi di Kemenkum HAM. Padahal, selama ini yang bersangkutan belum pensiun dari kepolisian karena masuk masa pensiunnya terhitung masih dua tahun lagi.

Kalau mengacu pada Undang-undang Nomor 2 tahun 2020 tentang kepolisian, jabatan itu seharusnya tidak boleh diduduki oleh polisi aktif. Karena, bagi mereka yang mengambil posisi jabatan struktural, apabila seorang polisi aktif harus melepas salah satu jabatannya dan diharuskan mengundurkan diri dari institusi polisi.**rry

Related posts