Polri Siap-Siap Memecat Seorang Jenderal

  • Whatsapp

JAKARTA, majalahtrass.com,- Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat telah memvonis Brigjen Prasetijo Utomo dengan hukuman 3,5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Brigjen Prasetijo Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri itu dihukum karena terbukti telah menerima suap dan penghapusan red notice di Interpol atas nama Djoko Tjandra.

Read More

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menegaskan, akan dilakukan secepatnya, mereka menggelar sidang komisi kode etik profesi (KKEP) terhadap Prasetijo Utomo yang masih menjadi jenderal aktif.

“Sambil menunggu yang bersangkutan (Prasetijo) apakah mw banding atau tidak. Kalau diterima artinya sudah inkrah, kami akan segera melaksanakan sidang komisi kode etik profesi,” ucap Ferdy kepada awak media, Rabu (10/3).

Dijelaskan Ferdy Sambo, bahwa sidang KKEP ini digelar untuk melaksanakan proses pemecatan terhadap Prasetijo Utomo.

Pemberhentian ini juga sudah diatur dalam ( Permen ) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 terkait anggota Polri yang melakukan perbuatan tindak pidana.

“Divisi Propam Polri akan segera melakukan pemeriksaan dan juga pemberkasan sebelum dilaksanakannya sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP ),” tegas Jendral bintang dua Ferdy Sambo

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, menyatakan Brigjen Prasetijo Utomo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menerima suap USD 100 ribu dari terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Tjandra melalui Tommy Sumardi.

Selain menjalani hukuman penjara, majelis hakim juga menghukum Brigjen Prasetijo pidana denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan apabila tidak membayar denda ditambah enam bulan kurungan

“Menyidangkan dan mengadili, serta menyatakan terdakwa Prasetijo Utomo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan alternatif pertama,” ucap Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/3/2021).

“Memutuskan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp 100 juta dengan ketentuan bila denda tidak dibayar akan diganti pidana kurungan selama 6 bulan,” jelas Ketua Majelis Muhammad Damis.

Putusan ( Vonis ) hakim lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntut agar Prasetijo Utomo dijatuhkan hukuman selama 2,5 tahun penjara, berikut denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.**rry

Related posts