Polisi Utamakan Empat Poin Sasaran Utama Operasi Patuh Semeru 2021

  • Whatsapp

Majalahtrass.com,- Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru yang dilangsungkan selama 14 hari kedepan ini nantinya sasarannya ada empat poin utama yang ditargetkan.

Read More

Untuk target pertama, segala bentuk kegiatan masyarakat yang mengakibatkan potensi cluster baru Covid-19, lalu kedua, masyarakat yang melanggar/tidak patuh aturan protokol kesehatan, kemudian ketiga, masyarakat yang melanggar aturan rambu lalu lintas atau tidak disiplin akan berlalu lintas dan yang keempat lokasi rawan, GAR kecelakaan lalu lintas dan rawan dengan kerumunan.

Kegiatan dalam rangka apel gelar pasukan operasi patuh semeru 2021 dengan tema “melalui operasi patuh 2021 kita tingkatkan disiplin protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 serta mewujudkan Kamseltibcarlantas yang disiplin”.

Selain itu, di tengah pandemi Covid-19, Polda Jawa Timur Melaksanakan operasi patuh semeru 2021. Mengutamakan mengedepankan kegiatan Preentif dan Preventif disertai penegakan hukum secara selektif prioritas.

“Sedangkan personil yang terlibat sebanyak 3. 343 orang, seluruh personil ini gabungan dari polda, polres dan stakeholder terkait. Sasarannya, masyarakat yang tidak patuhi prokes, masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas serta lokasi atau kegiatan masyarakat yang betpotensi menjadi Cluster Covid-19,” terang Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, usai memimpin apel gelar pasukan, Senin (20/9/2021) pagi.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, mengatakan, tujuan dari operasi ini untuk menimbulkan Kamseltibcarlantas dan juga penanganan Covid-19 agar selalu mengingatkan disiplin masyarakat tetap terjaga. Selain itu operasi ini bertujuan pada kedua hal tersebut, namun yang paling penting adalah dukungan dari masyarakat dan untuk masyarakat.

“Kami menjaga tapi yang menimbulkan situasi kamseltibcarlantas dan prokes tetap masyarakat. Jadi keinginan kita mendorong, menjaga dan memantapkan disiplin prokes itu bagian penting kalau masyarakat mau mendukung,” lanjut Nico.

Sementara, masih banyak varian baru diluar dan mengintai kita semua yang tidak disiplin. Varian Delta masih ada, dan saat ini berangsur membaik karena disiplin masyarakat.

“Hampir masyarakat yang keluar tidak memakai masker itu aneh, itu sangat bagus dan tetap dipertahankan,” tambahnya.

Selain itu bagi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi, bisa datang ke RT/RT, Babinkantibmas/Babinsa, ke satuan TNI, Polri untuk menanyakan bagaimana program vaksinasi.

“Masih banyak kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan vaksinasi oleh pemerintah, TNI dan Polri,” ujarnya.

Sedangkan untuk tempat pariwisata di Jawa Timur, sudah ada 134 titik terkait dengan asesmen yang dilakukan oleh pemerintah. Namun syaratnya adalah, pelaku usaha disekitar usaha pariwisata sudah di vaksin, download aplikasi pedulilindungi, adanya one get system, jadi pintu keluar/ masuk jadi satu pintu.

“Nantinya akan di pasang Querpot, sehingga orang yang masuk ke tempat wisata baik wisatawan maupun pelakunya semua sama sama mempunyai aplikasi pedulilindungi. TNI, Polri, Satpol-PP nantinya akan melakukan pendekatan prokes,” tutup Nico.**rry

Related posts