Polisi Ciduk Ketua LSM Coba Peras Anggota Polri Rp 2,5 M

  • Whatsapp

Majalahtrass.com,– Polres Metro Jakarta Pusat menciduk Ketua DPP LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi ( Tamperak ) namanya Penagean Pangaribuan telah melakukan pemerasan kepada anggota Polri Sejumlah Rp2,5 miliar.

Read More

Ketua LSM Kepas Panagean Pangaribuan ditangkap saat itu di Kantor Sekretariat LSM Tamperak yang berada di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Senin (22/11) sore.

“Yang bersangkutan ini diketahui adalah Ketua Umum DPP LSM Tamperak yang sebenarnya akhir-akhir ini sudah banyak pengaduannya dan sangat meresahkan sehingga kami banyak menerima laporan pengaduan dari instansi-instansi pemerintah, termasuk TNI dan Polri,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi, Senin malam

Menurutnya, pelaku yang memberikan pernyataan dengan mendiskreditkan instansi maupun pimpinan lembaga, bahkan Ia menakut-nakuti anggota serta mengancam akan memviralkan melalui media sosial miliknya, yakni di Tiktok dengan akun kepaspenageanpan5.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika pelaku sedang melakukan aksi pemerasannya terhadap anggota Satgas yang saat itu tengah memburu pelaku eksekutor pembacokan begal terhadap pegawai Basarnas.

Anggota Satgas akhirnya berhasil melakukan penangkapan sejumlah lima orang. Dari kelima orang pelaku begal tersebut, dilakukan tes urine semuanya positif menggunakan sabu dan salah seorang di antaranya mengetahui keberadaan pelaku eksekutor pembacokan pegawai Basarnas.

Kemudian, dari 4 pelaku lainnya dikirim ke panti untuk direhabilitasi karena tidak memiliki barang bukti narkoba pada saat dilakukan penangkapan.

“Kepas ini menganggap anggota kami telah melanggar SOP dan terus dilakukan pengancaman dengan membawa-bawa nama petinggi negara maupun Polri dengan tujuan untuk memperoleh sejumlah uang,” terang Hengki.

Ketua LSM ini pun memgancam akan memviralkan anggota Satgas tersebut karena tidak bekerja secara profesional dan melanggar SOP. Padahal, Propam Polda Metro Jaya menilai tidak menemukan adanya pelanggaran SOP maupun kode etik disiplin Polri saat memeriksa anggota Satgas itu.

Kepas kemudian meminta sejumlah uang Rp2,5 M kepada anggota Satgas yang melakukan penangkapan pelaku begal menurutnya melanggar SOP dan agar tidak memviralkan ke sosmed.

Kepas Panagean Pangaribuan atas perbuatannya disangkakan tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 368 dan 369 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 4 UU ITE dengan ancaman penjara selama lima sampai enam tahun.**rry

Related posts