Penjarahan Rumah Dino Patti Djalal, Polda Metro Jaya Amankan Tersangka Sama Laporan Kasus Pertama

  • Whatsapp

Majalahtrass.com, Jakarta- Berselang beberapa hari ini nama Dino Patti Djalal menjadi perbincangan publik.

Rumah mantan Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal dijarah oleh mafia tanah dan Polda Metro Jaya telah meringkus sejumlah pelakunya.

Read More

Berawal, kasus mafia tersebut ketika sepupu dari Dino Patti Djalal yang berada di kediaman ibunya, Yurmisnawati didatangi oleh pengacaranya bernama Fredy Kusnadi dan meminta proses untuk balik nama sertifikat hak milik rumah.

“Para pelaku mafia sertifikat tanah ini merugikan ibu dari Dino Patti Djalal atas nama Arnold Siahaya, Dedi Rusmanto, dan Ferry, serta beberapa tersangka lain yang sudah menjalani putusan pidana terkait dengan kasus mafia properti yang berhasil diungkap oleh Subdit Harda 2019 lalu,” kata Kasubdit Harta Benda AKBP Dwiasi Wijayaputera melalui keterangannya pers Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya sudah mengamankan 5 orang tersangka yang telibat aksi penjarahan rumah Dino Patti Djalal yang masih tercacat dalam laporan pertama.

“Pertama tahun 2020 bulan April yang lalu, satu kasus sengketa tanah di pondok pinang atau pondok indah dimana laporannya sudah dilakukan pennyidikan. Untuk kasus ini tersangka sudah kita amankan dari hasil pengembangan, terakhir tadi pagi subuh dan ini sudah berjalan total semuanya ada 5 orang tersangka,” papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus Selasa, 16 Februari 2021.

Dia menambahkan jika kasus penjarahan mafia sertifikat tanah tersebut terbagi menjadi 3 laporan, yang mana laporan kedua dan ketika masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari Laporan pertama sampai ketiga menurut Yusri Yunus memiliki keterkaitan erat dengan permainan mafia tanah, sehingga ia turut meminta media bersabar sampai diungkapkan secara keseluruhan.

“Ini kan tadi LP yang pertama, sementara yang kedua sama. Sudah kita amankan juga, lalu yang ketika ini sedang diupayakan juga jika sudah lengkap nanti kita akan klarifikasi. Mudah-mudahan bisa segerakan digelar perkaranya. Kami mohon kesabaran teman-teman media agar bisa terus mengungkap secara terang benderang,” ucap Yusri Yunus.***ferr

Related posts