Pangdam XVIII/ Kasuari Perintahkan Anggotanya Buru Penyerang Pos Ramil Kisor

  • Whatsapp

Majalahtrass.com,- Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa merasa geram, atas kejadian penyerangan Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Papua Barat oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Rabu (1/9/2021) subuh.

Read More

Empat prajurit gugur dalam penyerangan tersebut, yaitu Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari dan Juliano dan Lettu Chb Dirman (Danposramil). Sementara dua personel lainnya mengalami luka berat, Sertu Juliano dan Pratu Ikbal.

Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan, para pelaku membawa senjata tajam.

“Diduga ini lakukan oleh kelompok separatis teroris, menggunakan senjata tajam,” ujarnya, saat jumpa pers di Kodam XVIII/Kasuari, Kamis (2/8/2021).

Cantiasa selaku Panglima Kodam XVIII/Kasuari, langsung memerintahkan Komandan Komando Resort Militer (Korem) 181 Praja Vira Tama, untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan.
“Kalau dia berani bermain, maka kita harus hancurkan,” tegasnya.

Selain itu, kata Cantiasa, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bupati Maybrat dan Kapolda Papua Barat. Sementara situasi di Maybrat, hingga kini sudah mulai aman.

“Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Papua Barat, agar tetap tenang. Sebagai Panglima Kodam XVIII/Kasuari, akan menjamin keamanan wilayah,” ucapnya.

Cantiasa menuturkan, korban yang mengalami luka telah dirawat di rumah sakit di Sorong Selatan, Papua Barat.

Sementara, empat prajurit yang gugur pada insiden penyerangan, sedang dilakukan evakuasi ke Sorong dan selanjutnya dikirim ke pihak keluarga.

Ia mengatakan, para pelaku pembunuhan terhadap empat anggota Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor langsung melarikan diri. Namun hingga kini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. “Kami masih melakukan pengejaran dan identifikasi terhadap para pelaku,” katanya.

Ia menuturkan, pelaku penyerangan memang cukup banyak, hanya pihaknya terus melakukan identifikasi.

“Intinya, mereka ini adalah kelompok-kelompok yang bersebrangan dengan TNI. Jujur, wilayah itu tadinya dipengaruhi oleh kelompok yang berseberangan dengan NKRI,” lanjutnya.

Namun, jelas Pangdam karena melihat keakraban TNI dengan masyarakat, sehingga mereka melakukan aksi tersebut.
Atas kejadian tersebut, pihaknya akan melakukan upaya investigasi lebih lanjut.

“Tak hanya itu, tim yang dikerahkan ke Maybrat, telah dibagi untuk pengamanan dan juga pengejaran terhadap pelaku,” pungkasnya.**rry

Related posts