Mensos Risma Bongkar Boroknya Soal Bansos

  • Whatsapp

Menteri Sosial Tri Rismaharini tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 30 April 2021.

Majalahtrass.com,- Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman mengaku takjub dengan apa yang tengah dilakukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini terkait bansos.

Read More

Menurutnya, Benny Mengatakan, Risma telah berhasil menemukan kejanggalan pada pelaksanaan bansos dan tentunya hal tersebut langsung dilaporkan ke KPK.

“Ini yang dilaporkan Risma ke KPK 21 juta data ganda penerima bansos,” jelas Benny K. Harman ciutan akun Twitter pribadinya, BennyHarmanID, Sabtu,1 Mei 2021.

Oleh karena itu, Benny K. Harman meminta KPK untuk kuat dan tegar, apabila laporan Risma benar adanya sesuai dengan fakta di lapangan.

“Jika laporan Risma betul, KPK harus kuat dan tegar,” tutur Benny Harman

Dijelaskannya, Apabila laporan Risma betul adanya, menurut Benny, hal tersebut akan menjadi kejahatan yang luar biasa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini lah kejahatan extra ordinary itu. Di era Presiden Jokowi berkuasa,” jelas Benny.

Menurutnya, kejahatan tersebut lebih kejam dari kejahatan yang dilakukan teroris.

“Lebih kejam dari teroris. Curi uang rakyat di siang hari bolong,” pungkas Benny.

Ternyata cuitan menimbulkan beragam komentar dari warganet.

Salah satunya komentar dari seorang warganet yang menuding jika masalah data ganda bansos itu berawal dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Data ganda itu mulai zamannya pak SBY, Risma hanya melaksanakan rekomendasi KPK. Jangan begitulah bung,” ucap pemilik akun @akumiftah8.

Kemudian tudingan tersebut dibantah oleh warganet dengan nama akun @Nurwati9003.

“Kalaulah mulai jaman pak SBY mestinya ada perbaikan dari awal-awal pemerintahan Pak Jokowi, ini sudah sudah hampir 7 tahun lho bro periode ke 2, periode pertama sudah berlalu, ke mana saja selama ini?,” ucap pemilik akun akun @Nurwati9003.

Tidak hanya warganet, ternyata cuitan Benny direspon juga oleh aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Nicho Silalahi.

“Ya bang, koruptor itu teroris yang sebenarnya,” jelas Nicho Silalahi.**rry

Related posts