MAKI: Klaim Pejabat Bea Cukai diduga Pungli di Bandara Dapat Promosi

  • Whatsapp

Majalahtrass.comJakarta  – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman memberikan pernyataan bantahan terhadap pernyataan Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Askolani yang telah menindak bawahannya dalam perkara pungutan liar (pungli) di Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Read More

Sementara pelaku merupakan dua orang pejabat di Ditjen Bea dan Cukai berpangkat setingkat eselon III dan eselon IV. Mereka diduga telah melakukan pungli terhadap sebuah perusahaan jasa kurir PT SQKSS pada April 2020-April 2021 tahun lalu dengan meminta uang setoran barang berasal dari luar negeri sebesar Rp1,7 miliar.

Boroboro ditindak, Boyamin Saiman bertindak dan mengklaim kedua pejabat Ditjen Bea Cukai yang menyimpang di Bandara Soekarno-Hatta malah malah ada yang mendapat promosi jabatan. Salah satu diantaranya, ucap dia, dan masih menduduki jabatan yang sama hingga laporan terkait dengan kasus-kasus yang dibuat.

“Tidak benar kalau klaim ditindak pada 2020 itu saya membantahnya. Malahan sampai laporan saya tanggal 6 Januari ke Pak Mahfud MD dan 8 Januari ke Kejaksaan Tinggi Banten, yang bersangkutan malah promosi dan satu lagi masih di tempat kedudukannya sama,” ungkap dia saat dihubungi pada minggu, 23 Januari 2022.

Menurut dia, hingga Sabtu, 22 Januari 2022, saat dirinya mempublikasi kasus ini melalui siaran pers ke berbagai media nasional, para pejabat yang diduga pungli ini belum juga mendapatkan sanksi apapun dari pimpinan di Kementerian Keuangan.

“Hingga kemarin 8 Januari dan mungkin sampai hari kemarin ya, yang bersangkutan belum diberi sanksi, baik pemecatan dari jabatan atau bentuk-bentuk sanksi lain misal teguran tertulis atau diturunkan pangkatnya. Itu belum ada,” beber Boyamin.

Oleh karena itu, Boyamin menduga penindakan terhadap pejabat bea cukai yang pungli di Bandara Soekarno-Hatta bukan orang yang tengah dilaporkannya ke Kejati Banten. Melainkan orang lain yang dia juga tidak mengetahui.

“Sedangkan saya tahu persis lah orang yang saya maksudkan itu. Paling tidak dua orang ini belum ada sanksi. Baik sanksi administrasi saja belum ada artinya paling tidak diturunkan pangkatnya atau dijadikan staf biasa karena yang satu malah promosi,” tegasnya.

Sebelumnya, Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Askolani telah mengatakan dangan tegas menindak pejabat bea cukai yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di Bandara Soekaro-Hatta ini sejak 2020.

“Pegawai yang bersangkutan sudah dilakukan penindakan oleh Bea Cukai sejak 2020,” jelas dia saat dihubungi, Minggu, 23 Januari 2022.

Menurut, Askolani memastikan para pimpinan di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta juga tengah bertemu dengan Kejaksaan Tinggi Banten untuk memberikan keterangan soal kasus tersebut.

“Rekan pimpinan di KPU Bandara Soetta lagi menjelaskan lengkapnya kepada Kajati Banten mengenai penetapan hukuman pegawai tersebut,” beber Askolani ihwal kasus pungli di Bandara Soekarno-Hatta.**Ferry 01

Related posts