Majelis Hakim Memvonis Dua Terdakwa Kasus Korupsi Asabri 13 dan 10 Tahun Penjara

Majalahtrass.com,– Majelis Hakim memvonis dua terdakwa dalam kasus korupsi pengelolaan Dana Investasi PT. Asabri yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2022) malam.

Read More

Majelis Hakim telah menjatuhkan vonis terhadap kedua terdakwa yakni, Direktur PT. Jakarta Emiten Investor Relations, Jimmy Sutopo dan Direktur Utama PT Eureka Prima Jakarta Tbk sekaligus Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi.

Diputuskan untuk Jimmy divonis 13 tahun penjara denda sebesar Rp 750 juta subsider enam bulan penjara. Sedangkan, untuk Lukman divonis 10 tahun penjara, denda sebesar Rp 750 juta, subsider enam bulan kurungan.

“Mengadili, menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut,” ucap Ketua Majelis Hakim IG Eko Purwanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2022).

Sebelumnya, telah diputuskan empat Terdakwa dalam Kasus Asabri Divonis 15 dan 20 Tahun Penjara, dan bayar uang pengganti sebesar Rp 17 Miliar

Selain itu, hakim juga memberikan pidana tambahan berupa uang pengganti kepada terdakwa Jimmy sebesar Rp 314,868 miliar. Sedangkan, terdakwa Lukman harus membayar uang pengganti sebanyak Rp 715 miliar.

Menurut majelis hakim hal memberatkan dalam putusan ini karena kedua terdakwa telah merugikan keuangan negara mencapai Rp 22,788 triliun.

Kemudian bahwa, kedua terdakwa dalam kasus korupsi Asabri ini dinilai sangat tidak mendukung program pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Dinilai dalam kasus, pidana korupsi yang dilakukan kedua terdakwa bersifat terencana, terstruktur, masif, dan dapat meyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kegiatan perasuransian maupun pasar modal.

Terdakwa Lukman dan Jimmy dikenakan pasal, melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Selain itu, terhadap terdakwa Jimmy, dikenakan juga pasal berlapis dan bersalah melanggar Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.(TPPU)**F01

Related posts