Law Firm Rivai Zakaria Yahya: Hukum Sudah Dipermainkan, Pengadilan Bekasi dan Pengadilan Tinggi Bandung Memenangkan Gugatan Dengan Data Palsunya

  • Whatsapp

Majalahtrass.com,– Kasus pemalsuan akte perkawinan yang digunakan sebagai dasar untuk permohonan menjadi warga negara indonesia (WNI) sangat mudah dilakukan pemalsuannya , sedangkan surat kutipan akte perkawinan palsu tersebut digunakan sebagai data untuk dasar laporan untuk melakukan gugatan perceraian dan harta gono gini di pengadilan tanpa mengecek akte perkawinan itu palsu.

Read More

Pemalsuan kutipan surat perkawinan tersebut berawal dari perkawinan dan pemberkatan antara Tabitha dan Hermanto pada tahun 1996 di Gereja Pantekosta Tabernakel. Selang beberapa tahun kemudian, hermanto yang bernama asli The tjung huat diketahui Tabitha mempunyai wanita idamam lain (WIL), sehingga Tabitha dan Hermanto ribut rumah tangga.

Hermanto kemudian menggugat Tabitha untuk bercerai dan menggugat harta gono gini. Dalam tingkat pengadilan negeri bekasi dan pengadilan tinggi di Bandung gugatan cerai dan harta gono gini Hermanto menang.

Namun kemenangan Hermanto di pengadilan negeri Bekasi dan pengadilan tinggi Bandung terdapat adanya kejanggalan- kejanggalan data gugatan tersebut.

Hermanto diketahui telah memalsukan data kutipan akte perkawinan.

Menurut Tora, adik kandung Tabitha, Hermanto menggunakan akte perkawinan dengan tahun 1994, sedangkan perkawinann di gereja berlangsung pada tahun 1996.

“Ini jelas pemalsuan akte, akte perkawinan itu bisa dibuat setelah ada pemberkatan di gereja, nah itu pemberkatan di gereja tahun 1996 namun akte perkainan catatan sipil tertera tahun 1994, jelas itu pamalsuan,” ungkap Tora di Polda Metro Jaya, Jumat (29/10).

Ditambahkan Tora, sampai kakak saya meninggal (Tabitha), Hermanto masih terus mengambil harta keluarganya, tidak hanya harta Almarhum Tabitha, harta anak anak Tabitha juga digugat dengan menggunakan data data perkawinan palsu.

Hermanto sudah menyalahi aturan kalau dilihat dari perbuatan dan perlakuan atas dasar gugatan harta gono gini kepada Tabitha. Menurut aturan harta gono gini tidak seharusnya dilakukan sampai melebar ke harta milik anak-anak Tabitha, ini sudah tidak benar.

“Yang saya bingung, dengan data palsu dan kesaksian palsu pun, Hemanto dapat menang di tinggkat pengadilan Bekasi dan pengadilan tinggi Bandung, saya akan melakukan kasasi di tinggkat Mahkamah Agung, dan semoga para hakim MA membuka mata dan hati, karena data data yang Hermanto masukan sebagai dasar perkawinan adalah data palsu,” papar Tora kepada wartawan.

Saat ini pihak Tabitha yang diwakilkan oleh kuasa hukum Brigjen (Pur) Rivai Zakaria telah melayangkan laporan pemalsuan akte perkawinan tersebut ke Polda metro jaya, namun laporan tersebut dilimpahkan ke Polres Kabupaten Bekasi.
“Semoga pihak mahkamah agung (MA) mendengar dan mengetahui bahwa kasus gugatan antara Hermanto terhadap keluarga alm Tabitha, menggunakan data palsu,” tegas Rivai.

Law Firm Rivai Zakaria Yahya mengatakan, Hermanto alias The Tjung Hwat asal Kualatungkal, pada th 1994 statusnya masih WNA cina, dan baru resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI) pada thn 1996 dan ganti nama thn 1996 menjadi Hermanto.

Diketahuinya, sedangkan akte perkawinan yang telah dikeluarkan Dinas dukcapil Bekasi thn 1994 sudah jelas palsu thn 1994 kok bisa kawinnya aja tahun 1996. Jadi data Akte Perkawinan palsu inilah dipakai oleh Hermanto untuk menggugat cerai dipengadilan bekasi terhadap Tabitha yang sekarang sudah almarhum, dan dasar menggugat harta gonogini yg pada dasarnya Hermanto tidak memiliki/memberikan harta sama sekali pada Tabitha.

Dibuktikan bahwa harta yg digugat sekarang ini masih atas nama Anak-anak Tabitha dari suami terdahulu dan atas nama orang lain.Kini dengan bantuan pengacara Rivai Zakaria SH , sudah diajukan kasasi pada Mahkamah Agung RI dan diharapkan Mahkamah Agung Dimohonkan agar dapat memberikan keputusan yg tidak KELIRU lagi dan mengambil keputusan yang sebenar-benarnya dan bermartabat guna tegaknya HUKUM di Indonesia.** Red/ Ferry

Related posts