Langgar Lalu Lintas Dibawa ke Hotel Dicabuli, Anggota Satlantas Polresta Pontianak Dipecat

  • Whatsapp

Majalahtrass.com,– Personil Satlantas Polresta Pontianak, Brigadir Dwi Yandi kembali memcoreng nama Korps Kepolisian. Hingga dilakukan pemecatan sebagai anggota polisi. Upacara pemecatan Brigadir Dwi Yandi berlangsung, Senin (22/11/2021).

Read More

Brigadir Dwi Yandi dipecat karena terlibat dalam kasus pencabulan anak. Pemecatan terhadap Brigadir Dwi Yandi merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Kapolda Kalbar yang memecat Dwi Yandi sebagai anggota polisi.

Surat Keputusan ( SK ) Pemecatan Brigadir Dwi Yandi ini tertuang dalam SK Kapolda Kalbar Nomor Kep/523/X/2021, tanggal 27 Oktober 2021 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat ( PTDH ) Dari Dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia terhadap personil Polresta Pontianak Kota atas nama Brigadir Dwi Yandi.

“Diberhentikannya terhadap personel Polresta Pontianak Kota tersebut sudah melalui proses cukup panjang melalui sidang Kode Etik Profesi Polri dengan keputusan PTDH,” pungkas Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Andi Herindra.

Anggota Satlantas Brigadir Dwi Yandi karena telah melanggar Pasal 7 Ayat (1) huruf B, Pasal 10 Huruf (F) dan Pasal 11 Huruf C peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri Jo pasal 13 Ayat (1) dan Pasal 14 Ayat 1 huruf (B) Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

Andi juga menyampaikan bahwa tidak ada pimpinan yang menginginkan kehilangan anggotanya terlebih lagi melalui proses PTDH.

“Tidak ada seorangpun pimpinan yang menghendaki kehilangan anggotanya apalagi dengan proses PTDH. Namun melalui proses dan pertimbangan disertai keputusan pimpinan, yang diambil sebagai langkah kongkrit komitmen Polri untuk menegakkan hukum kepada siapa saja termasuk kepada anggota yang melakukan tindak pidana, ini semua harus dilakukan,” terangnya.

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Andi Herindra mengimbau, sebagai pimpinan tertinggi di Polresta Pontianak Kota, dia mengingatkan, kepada semua personil Polresta Pontianak untuk meminimalisir pelanggaran sekecil apapun.

“Ini saya harap adalah kejadian terakhir, jangan sampai ada lagi anggota yang di PTDH. Sebagai insan penegak hukum, kita dituntut untuk selalu berbuat yang terbaik kepada masyarakat, menjadi teladan, memberikan contoh yang baik, bukan sebagai pelaku pelanggaran, bahkan tindak pidana,” jelas Andi.

Terkait kasus pencabulan yang dilakukan Dwi Yandi berawal dari salah seorang pelanggar lalu lintas (perempuan melanggar lalu lintas), lalu kemudian dibawa ke Pos Polisi, setelah itu korban dibawa ke hotel dan terjadilah pencabulan terhadap korban, yang belakangan diketahui perempuan tersebut statusnya masih anak di bawah umur.**rry

Related posts