Kolaborasi Kejati Kalbar Dengan Salah Satu Bank BUMN Berhasil Mengungkap Kasus Korupsi

MAJALAHTRASS.COM, Pontianak,– Kajati Kalbar Dr. Masyhudi, S.H, M.H., dalam Acara konfrensi pers menjelaskan, Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kalbar berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi yang terjadi di salah satu Bank BUMN di daerah Ketapang Kalimantan Barat, Pada hari Rabu, tanggal 08 Maret 2022,

Read More

Dari hasil penyelidikan tim penyidik tindak pidana khusus Kejati Kalbar telah menemukan 2(dua) alat bukti yang cukup dan kuat, sehingga dapat melakukan penahanan terhadap tersangka korupsi saudara ‘ AF ‘.

Terkait kasus ini, tim penyidik lebih dulu melakukan Penyidikan berdasarkan informasi yang diterima serta mencari alat bukti lainnya. Adapun penyidikan ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-07/0.1/Fd.1/03/2022 tanggal 08 Maret 2022.

Kemudian Penyidik menemukan bukti dan telah mengantongi 2(dua) alat bukti yang cukup, sehingga dapat melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi Dana Pendapatan Bunga dan Pinalty, pada salah satu Bank BUMN di daerah Ketapang Kalimantan Barat atas nama tersangka inisial “AF “, saat itu ia karyawan Bank BUMN tersebut sebagai ( Costumer servis).

Selain itu, Penahanan dilakukan berdasarkan surat perintah penahanan Nomor: Peint- 03/0.1/Fd.1/03/2022 tanggal 08 Maret 2022, terhadap tersangka ‘AF’ langsung dilakukan penahanan, yang selanjutnya akan ditahan selama 20 (dua puluh) hari kedepan sejak tanggal 08 Maret sampai dengan tanggal 27 Maret 2022 dan akan ditahan di rutan kelas II A Pontianak Kalimantan Barat.

Diketahuinya pengungkapan perkara ini adalah merupakan hasil kolaborasi / kerjasama antara Kejati Kalbar dengan salah satu Bank BUMN, berawal dari informasi Asisten Manajer Pemasaran Mikro ( AMPM), pada saat itu, tanggal 31 Januari 2022 kondisi Bank tersebut mengalami keadaan rugi.

Padahal dalam asumsi Bank BUMN tersebut seharusnya dalam keadaan untung/laba. Diketahuinya, ditemukan kejanggalan yang terdapat pada laporan pembukuan Anomali Saldo Abnormal di rekening Pendapat Bunga Kridit NP Kupedes-Ph3 AC dan Pendapatan Denda/Pinalty Non Program.

Akibat Perbuatan Tersangka ” AF” maka mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp 6.128.096.537,- ( Enam milyar saratus dua puluh delapan juta sembilan puluh enam ribu lima ratus tiga puluh tujuh rupiah).

Sementara penyidikan ini masih akan terus didalami dan tetap berlangsung guna mengungkapkan, apakah masih ada orang lain yang ikut bekerjasama dengan tersangka inisial ‘AF‘.**F01

Related posts