Kisah Nurfida Anak Usia 7 Tahun Selamat Dari Erupsi Semeru

Majalahtrass.com,– Ditengah bencana Erupsi gunung semeru atas kehendak-Nya bocah kecil, Nurfida panggilan akrab temen sebayanya Fida usianya baru 7 tahun. Fida kegiatannya selain bermain juga hari-hari biasa rutin pergi ke masjid belajar mengaji mulai pukul 02.30.

Read More

Namun, belum sempat dia membuka Iqro suara gemuruh terdengar dari luar masjid,
Sontak sang Ustadz berteriak memberi perintah kepada Fida dan temen-temennya yang saat itu masih belajar mengaji sontak dihentikan. Seketika itu juga, Fida dan teman-temannya berlari sekencang-kencangnya untuk menyelamatkan diri dari Erupsi Semeru.

Suara keras gemuruh itu terdengar bertanda Erupsi Gunung Semeru, terlihat jelas semburan abu vulkanik gunung Semeru terjadi pada pukul 03.20 WIB.

Ustadz guru ngaji Fida, mengetahui bencana erupsi gunung Semeru ini sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa, karena itu ustadz berpesan kepada Fida dan temen-temennya memberikan perintah lari sekencang-kencangnya menjauh dari erupsi gunung Semeru ini.

Ia lari sekencang-kencangnya keluar dan menjauh dari gunung Semeru, Sambil berlari melihat tingginya semburan abu vulkanik gunung semeru yang mengerikan.

Erupsi gunung semeru bukan hanya abu vulkanik saja, ternyata becampur semburan pasir panas banyak warga ga tau sehingga warga setempat mengalami luka bakar.

Saat itu, Fida mencari tempat untuk berteduh menghindar hujan pasir panas, Dia melihat bagaimana pohon-pohon pisang runtuh oleh hujan pasir panas.

Warga setempat pada panik berlari sembari bertakbir untuk mencari mendapatkan pertolongan.Tak terasa selama waktu berlari menjauh dari bencana erupsi gunung semeru, tampak terlihat sebuah Masjid kemudian Fida masuklah kedalamnya.

Selama waktu, menunggu 2 jam lamanya hingga erupsi gunung Semeru selesai. Usai erupsi gunung semeru warga setempat yang selamat menolong warga lainnya yang mengalami luka bakar terkena serpihan pasir panas.

Selain itu, banyak warga yang tertimbun oleh abu vulkanik sampai ketinggian tebal abu vulkanik tersebut hingga setinggi atap rumah. Ada beberapa wilayah kampung yang dekat dengan gunung semeru, rumah tempat tinggalnya mengalami rusak parah, bahkan roboh rata sama tanah.

Terkait bencana Erupsi gunung semeru banyak yang meninggal dan luka bakar, Saat itu masih sibuk mencari sanak saudaranya. Termasuk orangtua Fidapun sibuk mencari dengan hati yang tidak tenang.

Orangtua Fida sampai putusasa keberadaannya belum diketahui dan kabar berita keadaannya juga tidak ada terdengar belum ada titik terangnya, melihat Fida usia baru 7 tahun kecil harapan akan selamat.

Orangtuanya mengatakan, rasanya Fida sudah tiada karena menaruh harapan kemungkinan fida hidup sudah tipis harapan.
Kedua orangtua Fida terus mencari dan terus mencari, hingga akhirnya mereka menemukan anaknya Fida Jam 9 malam didalam masjid.

Kedua orangtua Fida ketika melihat anaknya ada didalam masjid sontak berteriak menjerit memanggil nama anaknya sembari berlari mendekat memeluk dan menangis haru senang dapat berkumpul kembali.**01

Related posts