Kasus Tewasnya Herman Perwira hingga Brigadir Dicopot

  • Whatsapp

BALIKPAPAN, majalahtrass.com – Enam polisi anggota Polresta Balikpapan berpangkat perwira hingga brigadir dicopot Polda Kaltim terkait soal kasus tewasnya Herman.

“Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan, pencopotan keenam polisi Polresta Balikpapan merupakan bentuk komitmen Polri. “Kalau tidak salah, satu unit ya. Ada satu perwira, kemudian pembantu perwira, ajun inspektur, lalu brigadir,” ujar Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Ade Yaya Suryana, kepada wartawan, Senin, 8 Februari 2021.

Read More

Pencopotan keenam anggota Polresta Balikpapan ini setelah Propam Polda Kaltim memeriksa tujuh saksi, di antaranya anggota Polresta Balikpapan, pihak rumah sakit, dan keluarga Herman sendiri tentunya.

“Ketujuh orang yang telah dilakukan pemeriksaan di luar 6 orang diduga pelanggar,” kata Ade. Kasus ini sendiri dalam penanganan Propam Polda Kaltim. Dalam waktu dekat akan dilakukan sidang oleh Propam Polda Kaltim.

“Dijelaskannya, keenam ( 6 ) orang terduga pelanggar ini sedang menjalani proses pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Kaltim. “Ini bukti bahwa Polri dalam hal ini benar-benar tegas menyikapi kasus ini,” kata Ade.

Meskipun enam orang terduga pelanggar itu berinisial AGS, RH, TKA, ASR, RSS, dan GSR. Propam Polda Kaltim telah melakukan pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik profesi yang telah diatur dalam peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011.

“Ancaman terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh keenam terduga ialah pemberhentian dengan tidak hormat,” tegasnya.

Ade mengatakan Polda Kaltim secara tegas tidak akan menoleransi pelanggaran disiplin juga pelanggaran kode etik maupun pelanggaran hukum lainnya yang telah dilakukan anggota Polri.

Diketahui, Herman, yang merupakan tahanan Polresta Balikpapan, meninggal dengan luka di sekujur tubuh setelah ditangkap anggota Polresta Balikpapan. Keluarga Herman pun melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kalimantan Timur (Kaltim).

Atas kematian Herman seperti yang dijelaskan di atas disampaikan LBH Samarinda seperti dalam keterangan pers mereka yang dikutip Minggu, 7 Februari 2021. LBH Samarinda menyebut peristiwa ini terjadi pada 2 Desember 2020 malam, ketika Herman, yang disebut sedang berada di rumah, kemudian didatangi orang tidak dikenal.

Herman disebut dibawa pergi oleh orang tak dikenal itu dalam posisi bertelanjang dada alias tidak memakai baju dan mengenakan celana pendek berwarna hitam. Belakangan, LBH Samarinda menyebut orang tak dikenal yang membawa pergi Herman itu diketahui anggota Polresta Balikpapan.

Keesokan harinya, keluarga disebut mendapat kabar dari Polresta Balikpapan bahwa Herman telah tewas. Polisi disebut mengatakan Herman tewas karena buang air dan muntah saat diberi makan.

Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ) menyebut jenazah Herman kemudian dibawa pulang pihak keluarga, namun keluarga kaget setelah melihat jenazah Herman yang penuh luka di sekujur tubuhnya, bahkan ada darah segar yang mengalir dari salah satu bagian tubuhnya.

Karena inilah keluarga Herman melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kaltim. Namun hingga saat ini keluarga Herman disebut belum mendapatkan laporan lanjut.**ferr

Related posts