Kapolri Sigit Resmi Bentuk Tim Peneliti, Guna Meneliti Hasil Sidang KKEP AKBP Brotoseno

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi membentuk tim peneliti terkait hasil putusan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) AKBP Raden Brotoseno. Pembentukan tim ini berdasarkan surat perintah (sprint) Kapolri nomor sprin/1426/VI/RES/1.24/2022 tertanggal 22 Juni 2022.

Read More

MAJALAHTRASS.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi membentuk tim peneliti terkait hasil putusan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) AKBP Raden Brotoseno. Pembentukan tim ini merupakan bagian rangkaian proses peninjauan kembali (PK) atas putusan tersebut.

“Kapolri Jenderal Listyo Sigit resmi telah membentuk tim guna melakukan penelitian terhadap putusan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Nomor: PUT/72/X/2020 tanggal 13 Oktober 2020 terhadap pelanggar AKBP Brotoseno,” jelas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dalam keterangannya, Rabu, (22/6).

Adapun pembentukan tim ini berdasarkan surat perintah (sprint) Kapolri nomor sprin/1426/VI/RES/1.24/2022 tertanggal 22 Juni 2022.

Dalam tim ini, beranggotakan sebanyak 12 orang yaitu dari beberapa divisi. Selain itu, tim peneliti ini dipimpin oleh oleh Inspektur Wilayah V Itwasum Polri Brigjen Hotman Simatupang.

“Tim peneliti berjumlah 12 personil yang terdiri dari Personil Inspektorat Umum Polri, Personil SDM Polri, Personil DivPropam Polri, Personil Divkum Polri,” ungkapnya.

Lalu kemudian, lanjut Sambo, tim ini yang akan mengevaluasi hasil putusan sidang KKEP paling lama dua pekan kedepan. Nantinya, hasil evaluasi tim akan diserahkan kepada Kapolri sebagai pertimbangan untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya terkait AKBP Brotoseno.

“Tim peneliti akan melaporkan hasil penelitian dengan memberikan saran dan pertimbangan kepada Kapolri untuk membentuk Komisi Kode Etik Peninjauan Kembali,” ujar Sambo.

Dalam hal pembentukan tim ini adalah tindak lanjut dari Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Dan Komisi Kode Etik Kepolisian yang sudah resmi diundangkan.

Brotoseno merupakan anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Dia pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam perjalanan karirnya, Brotoseno tersandung kasus korupsi cetak sawah di Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Berdasarkan hasil persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam putusan nomor 26 tahun 2017, Raden Brotoseno dinyatakan bersalah dan divonis 5 tahun penjara dan denda Rp300 juta.

Dengan putusan itu, Raden Brotoseno menjalani masa penahanannya sejak 2017. Hingga akhirnya, bebas bersyarat sejak Februari 2020, dan dinyatakan bebas murni pada akhir September 2020. Dia bebas lebih cepat karena mendapat program pembebasan bersyarat. Raden Brotoseno menerima remisi 13 bulan 25 hari.

Setelah bebas, Brotoseno kembali bertugas di Korps Bhayangkara. Karena, dia tidak dipecat dari institusi Polri. Berdasarkan hasil sidang etik profesi, Brotoseno hanya dijatuhi sanksi berupa demosi.**F01

Related posts