Kapolres: Minta Pimpinan Ormas Rem Anggotanya Tak Lakukan Tindak Kriminal

  • Whatsapp

Tangerang, majalahtrass.com,– Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima memberikan keterangan. Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kota Tangerang kita akan ditertibkan.

Read More

Hal ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat tentang melakukan aksi premanisme oleh oknum berkedok ormas.

Hal yang serupa kejadian terakhir berupa bentrokan antar ormas seperti Pemuda Pancasila (PP) dengan Forum Betawi Rempug (FBR) membuat resah masyarakat setempat sehingga mendorong Polres Metro Tangerang Kota untuk segera mengambil langkah-langkah penertiban.

Menurut, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima meminta kepada para pimpinan ormas untuk mengerem anggotanya agar jangan sampai terjadi lagi, sehingga tidak melakukan tindak kriminal.

“Nah, ke depan kita akan menertibkan mereka. Ini sudah kita komunikasi pada pimpinan ormas ini untuk mengerem bawahan-bahawannya atau anggotanya untuk tidak melakukan tindakan kriminal,” tegas Kombes Deonijiu, pada, Sabtu 27 November 2021.

Menurut Deonijiu, segala bentuk tindakan yang mengintimidasi hingga melukai orang lain bisa mendapat sanksi pidana.

“Maka dari itu pihak kepolisian akan menindak tegas oknum-oknum yang melakukan tindak kriminal, karena itu sudah masuknya tindakan premanisme,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan dua orang anggota ormas sebagai tersangka terjadinya bentrokan ormas Pemuda Pancasila (PP) dengan Forum Betawi Rempug (FBR) di Pasar Lembang, Ciledug, Kota Tangerang, Jumat 19 November 2021 lalu.

“Dari 10 orang kita amankan, usai dimintai keterangan, saat itu yang terlibat pada peristiwa bentrokan dan dinyatakan ada dua orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kombes Deonijiu, Senin lalu.

Terkait kasus itu, Deonijiu mengatakan, keduanya diduga telah melakukan penyerangan hingga melukai korban.

Dua orang dari kubu ormas FBR diketahui menjadi korban luka bacok dan hingga saat ini masih menjalani perawatan.

“Diketahui yang bersangkutan juga membawa sajam (senjata tajam) pada saat itu tengah melakukan penyerangan,” ungkapnya.**rry

Related posts