Kantor Pusat Bank Panin Digeledah KPK, Terkait Pajak Diduga Adanya Menerima Hadiah Dari Kami

  • Whatsapp

Jakarta, majalahtrass.com,- Direktur Utama PT Bank Panin Tbk (PNBN), Herwidayatmo memberikan penjelasan, terkait penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor pusat perseroan.

Hal ini menurut, Herwidayatmo, dalam pemeriksaan tersebut, Bank Panin menghormati proses hukum yang sedang dilakukan dan dijalankan oleh KPK kami menghormati dan selalu bersikap kooperatif selama proses hukum tersebut.

Read More

“Kami tidak akan, dan tidak bermaksud mendahului proses hukum yang sedang berjalan di KPK,” ucap Herwidayatmo kepada CNBC Indonesia, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya.Dia menjelaskan, jika benar kasus tersebut terkait dengan pajak perusahaan, maka Bank Panin menegaskan akan tunduk dan patuh selama temuan pajak tersebut sesuai dengan aturan perpajakan yang berlaku.

Selain itu, kata dia, selama ini proses pemeriksaan pajak pada tahun 2016, perseroan mengikuti seluruh mekanisme dan prosedur yang berlaku. Menurutnya, selama proses pemeriksaan dan upaya hukum perpajakan pada tahun 2016, bank Panin atau( PNBN ) ini juga selalu didampingi oleh lembaga yang berkompeten dan kredibel.

“Ini tidak benar jika ada pihak-pihak yang mengaku menerima hadiah atau janji dari kami, terkait urusan pajak tahun 2016. Kami sebagai perusahaan terbuka, memiliki tanggung jawab kepada seluruh Stakeholder untuk menjalankan perusahaan sesuai prinsip ( GCG ) Good Corporate Governance yang baik,” ungkapnya.

Telah diberitakan sebelumnya, bahwa komisi antirasuah (KPK) melakukan penggeledahan di kantor pusat Bank Panin di Jakarta terkait dugaan suap di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan. Hal ini terungkap dalam keterangan Juru Bicara KPK Ali Fikri. Atas penggeledahan dilakukan Selasa (23/3/2021) pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

“Tim Penyidik KPK dalam perkara dugaan TPK penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan pada tahun 2016, dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak, setelah selesai melaksanakan penggeledahan di wilayah DKI Jakarta, bertempat di Kantor Pusat Bank Panin, Jakarta Pusat,” tegasnya, dikutip ditulis Detik.com Rabu (24/3/2021)

“Di lokasi ini ditemukan diamankan di antaranya berbagai dokumen dan barang elektronik yang terkait dengan perkara,” ucapnya menutup pembicaraan nya.

Berawalnya, KPK disebut telah memanggil salah satu PNS di Kementerian Keuangan. KPK juga telah menggeledah kantor PT Jhonlin Baratama (JB) di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) juga di tiga rumah.

Lalu kemudian, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut kasus suap ini diduga melibatkan pejabat di Ditjen Pajak. Kadus suapnya diduga bernilai puluhan miliar rupiah.

“Memang di pajak kan modusnya seperti itu, gimana caranya supaya WP (wajib pajak) agar bayar pajak rendah dengan cara menyuap pemeriksanya maka pajaknya diturunkan,” ucap Alex kepada wartawan kemarin.**rry

Related posts