Kadiv Propam Menyampaikan Permohonan Maaf Kepada Kapolri Atas kelakuan Buruk Anak Buahnya

  • Whatsapp

Jakarta, majalahtrass.com,- Perbuatan kelakuan buruk sejumlah oknum anggota polisi dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius dari Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo

Kadiv Propam Polri, menyampaikan permohonan maafnya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait dengan adanya kejadian memalukan kelakuan buruk sejumlah oknum anggota polisi tersebut.

Read More

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada bapak Kapolri dalam pelaksanaan tugas yang belum maksimal yang dilakukan Divisi Propam Polri dan jajaran,” ucap Ferdy disaat Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Kapolri Divisi Propam Polri didalam Ruang Pertemuan Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Ferdy menjelaskan, bertambahnya jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh anggota itu terjadi disebabkan dari sisi kualitas maupun kuantitas dalam kurun waktu tahun terakhir.

Disampaikan, Dari sejumlah data yang ditampilkan, Ferdy mengungkapkan bahwa, banyaknya pelanggaran disiplin sepanjang 2018 yang terjadi sebanyak 2.417, kemudian meningkat 3,6 persen pada 2019 menjadi 2.503.

Selanjutnya, pada 2020 pelanggaran menjadi meningkat sebanyak 3.304 bertambah menjadi 32 persen. Kemudian, dalam pelanggaran kode etik profesi polri (KEPP) pada 2018 mencapai 1.203.

Sejumlah itu, kata Ferdy, terjadi peenurunan pada 2019 sebanyak 1.021 berkurang menjadi 15 persen. Berselang waktu setahun, kemudian meningkat tajam pada 2021 menjadi 2.081mencapai lebih dari 100 persen. Terakhir, pelanggaran pidana dari 1.036 pada 2018.

Kemudian menjadi 627 pelanggaran di tahun 2019 kemudian bertambah kembali menjadi 1.024 ditahun 2020. Terjadi peningkatan tajam, ditahun 2020 kemarin.

Divisi Propam Polri bersama tim independen dari akademisi lagi berlangsung pelaksanaan penelitian dan survei tentang penyebab terjadinya meningkatkan pelanggaran yang dilakukan anggota Polri.

“Sampai dengan data yang tepat,” ucap Ferdy

Lalu kemudian, kata Ferdy, tim akan mengidentifikasi jenis-jenis pelanggarannya dan memetakan segala bentuk pelanggaran yang paling signifikan dilakukan oleh anggota Polri.

Selanjutnya akan dilakukan jangka panjang, untuk mengukur efektivitas program mitigasi ( kesalahan) yang telah dilakukan oleh Propram.

“Kemudian menganalisis sebab-sebab yang mempengaruhi dan apa yang menjadi penyebab terjadinya pelanggaran,” ungkapnya.

Sambo menekankan, atas pelanggaran yang dilakukan anggota Polri, ini sangatlah penting dalam mengupayakan dan menciptakan formula yang tepat dalam rangka antisipasi dan upaya pencegahan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri.

“Dalam melakukan mitigasi pelanggaran yang dilakukan anggota Polri,” kata Sambo mengakhiri pembicaraannya pada RAKERNIS di RUPATAMA, Mabes Polri, Jakarta, Selasa ( 13/4 ).**rry

Related posts