Erick Thohir Diminta Berantas Rampok BUMN Segerakan Tempuh ke Jalur Hukum

  • Whatsapp
Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN )

JAKARTA, majalahtrass.com,- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir harus segera ambil tindakan menempuh jalur hukum untuk menumpas dugaan adanya oknum yang merampok dengan sengaja merugikan perusahaan negara. Untuk itu harus segera ambil langkah ini untuk memberikan efek jera kepada siapa saja yang bermain-main dengan BUMN.

“Sebaiknya segera dilakukan langkah ke jalur hukum,” tegas pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto, Kamis (7/10/2021).

Read More

Dilakukannya, langkah-langkah ke jalur hukum ini juga akan menjadi peringatan kepada seluruh SDM di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Langkah tersebut sebaiknya segera dilakukan ke jalur hukum. Mengingat Ini penting sebagai warning kepada manajemen BUMN yang lain bahwa law enforcement secara serius ditegakkan di lingkungan BUMN,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, saat ini proses ‘bersih-bersih’ di tubuh BUMN Krakatau Steel masih tetap terus berjalan. Pada saat ini, proses tersebut sedang dijalankan pada jajaran direksi baru dari perusahaan.

“kita Masih progres lah, yang pasti kita lihat teman-teman dari Krakatau Steel juga sedang lakukan pembersihan juga, makanya kemarin sudah (mencatatkan) untung,” terangnya saat berbincang dengan wartawan, pada Selasa 5 Oktober 2021.

Kebenarannya, untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sedangkan hal itu, dia mengakui adanya oknum yang masih berkeliaran di tubuh BUMN. Kendati begitu, Arya belum memberikan informasi perusahaan pelat merah mana saja yang selanjutnya menjadi target bersih-bersih tersebut.

“Lumayan besar (merugikan), memang kita marah juga itu, nanti lah disampaikan, ada oknum itu yang rampok itu,” jelasnya saat berbincang dengan wartawan, Selasa (5/10).

“Kita targetkan ada beberapa yang memang kacau (kondisi perusahaannya),” ungkap Arya menutup obrolan nya.**Red/Ferry

Related posts