Ditreskrimsus Polda Metro Ungkap Dokter palsu Buka Praktik Klinik Kecantikan

  • Whatsapp

Majalahtrass.com, Jakarta,- Subdit III Sumdaling. Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku tindak pidana praktek kedokteran dengan cara melakukan praktek kedokteran tanpa izin yang sah. Dan melakukan praktek medis klinik kecantikan yang tak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Laporan polisi Nomor: LP/165/II/YAN.2.5/2021/SPK PMJ, tanggal 15 Februari 2021;

Read More

Tempat kejadian, di Ruko Zam-Zam lantai 2, Jln Baru TB Simatupang No.8 RT.013 RW.005 kelurahan. Susukan Kecamatan. Ciracas Jakarta Timur, Minggu, ( 14/2/2021 ) jam. 19.00 WIB.

Tersangka, SW alias dr. Y selaku pemilik klinik dan membuka praktik kedokteran kecantikan.

Dokter Y membuka klinik kecantikan dengan nama ” ZEVMINE SKIN CARE ” diduga dokter palsu ini menggunakan identitas / gelar dengan panggilan dokter, selain itu juga menggunakan alat atau metode sehingga menimbulkan kesan pelaku adalah dokter yang telah memiliki STR dan SIP.

Selain mempromosikan kliniknya melalui media sosial Instagram, pelaku juga melayani masyarakat dengan melakukan praktek medis, yaitu menyuntik/ injeksi Botok, injeksi Fiiller, dan Tanam Benang.

Kemudian, tersangka juga pemilik klinik melakukan praktik kedokteran kecantikan dengan cara ilegal untuk mengambil keuntungan pribadi, jumlah pasien tersangka hingga 100 orang per bulannya.

Berawal, sebelum wabah Covid-19 hingga masa pandemic, saat ini jumlah pasien tersangka sekitar 30 orang per bulannya dengan tarif per orangnya mulai dari Rp.1.500.000 ( satu juta lima ratus ribu ) hingga Rp.9.500.000 ( sembilan juta lima ratus ribu ) tersangka meraih omset ratusan juta rupiah dalam waktu setiap bulannya.

Dari adanya,informasi masyarakat yang dapat dipercaya menjelaskan adanya praktik dokter kecantikan ilegal disebuah klinik kecantikan ZEVMINE Pure Beauty Skin Care & Medical Spa yang berdomisili di lantai dua Ruko Zam-Zam di Jl.Baru TB Simatupang No.8 RT.013, RW.005, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas Jakarta Timur.

Saat itu juga, anggota unit IV Subdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya AKP Sitti Fatimah,S.M.SIK melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut dan menemukan tersangkanya.

Selanjutnya, petugas melakukan komunikasi dengan tersangka melaluai sosial media Instagram, dengan berkonsultasi dan membuat janji untuk under cover sebagai pasien, kesepakatan dengan tersangka untuk melakukan tindakan berupa suntik Botox, pada Minggu, 14 Februari 2021 sekitar jam 19.00 WIB di klinik tersangka ZEVMINE Pure Beauty Skin Care & Medical Spa di lantai dua Ruko Zam-Zam Jl.Baru TB Simatupang No.8 RT.013, RW.005, Kelurahan Susukan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur.

Lanjut, Pada hari Minggu tanggal 14 Februari 2021, anggota Polisi Wanita ( Polwan ) IPTU YN dan Briptu AM, mengambil resiko dengan menyamar sebagai pasien untuk masuk kedalam klinik agar mendapatkan tindakan medis yaitu suntikan Botox di area wajah. Dari tersangka SW alias dr.Y untuk mendapatkan bukti bahwa benar tersangka melakukan praktek tindakan medis sendiri secara langsung terhadap pasien-pasiennya.

Setelah melakukan tindakan berupa suntikan Botox terhadap IPTU YN telah selesai dilakukan, petugas lainnya bergerak masuk denga menunjukkan surat perintah tugas, petugas meminta kepada tersangka untuk menunjukkan legalitas tersangka sebagai seorang dokter dan legalitas klinik ZEVMINE Pure Beauty Skin Care & Medical Spa milik tersangka, namun tersangka tidak dapat menunjukkan legalitasnya yang sah.

Lalu petugas melakukan olah TKP juga mengamankan barang bukti guna kepentingan pemeriksaan tersangka di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata yang melakukan praktik kedokteran kecantikan tersebut adalah Sdri.SW alias dr.Y , sudah beroperasi sejak 2017 dan mengaku sebagai dokter juga telah memberikan pelayanan kepada masyarakat yakni suntik Botox, suntik Filler, tanam benang dan lainnya. Ini merupakan tindakan medis yang hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis profesional yang sudah kompeten di bidangnya.

Dalam mempromosikan klinik ZEVMINE Pure Beauty Skin Care & Medical Spa tersangka menggunakan media sosial Instagram untuk masyarakat yang menjadi pasien dari SW termasuk juga kalangan artis, selebgram dan masyarakat umum.

“KombesPol Yusri Yunus, mengatakan, penyidik terus melakukan pemeriksaan intensif guna menelusuri kemungkinan adanya pasien atau korban lainnya,” ucapnya

Tersangka dikenakan Pasal 77 jo Pasal 73 Ayat (1) dan atau Pasal 78 jo Pasal 73 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran.
Dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.150.000.000 ( seratus lima puluh juta rupiah ).**Ferr

Related posts