Ditreskrimsus PMJ Tangkap 4 Pelaku Robot Trading Fahrenheit

MAJALAHTRASS.COM, Jakarta,– Sebelumnya, Pengacara Drs. Rivai Zakaria Yahya, S.H., Bertindak sebagai kuasa hukum Saudara Raja Christopher Simbolon, untuk membuat laporan Polisi terkait dugaan tindak pidana Investasi Bodong ( Investasi Robot) sebagaimana dimaksud Pasal 378 jo 372 KUHP dan atau pasal 25,27 jo 45 UU ITE dan atau Pasal 2,3,4 jo Pasal 5UU nomor 8 thn 2010. Tentang pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU), diduga dilakukan oleh Saudara Hendri Susanto selaku direktur PT.PSP Akademi Pro, dan David selaku Exchanger, lalu Sdr. Michael Howard selaku Co Founder dan Influencer.

Read More

Raja Christopher Simbolon mengalami kerugian sebesar Rp 3.300.000.000 ( Tiga milliar tiga ratus juta rupiah). Namun, berselang beberapa hari kemudian diketahui dari medsos 4 pelaku Robot Trading Farheinheit berhasil ditangkap Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membuka posko pengaduan bagi yang merasa dirugikan oleh kegiatan robot trading farhenheit Investasi Bodong. Saat ini Polisi sudah menerima sebanyak 100 laporan pengaduan masyarakat yang dirugikan.

Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh para pelaku yakni mengajak masyarakat untuk ikut investasi trading di fahrenheit. Kerena itu, telah disiapkan untuk robot mereka dan digunakan untuk menambahkan, dan dengan robot tersebut maka masyarakat akan terhindar dari kerugian atau kerugian uang, yang mereka investasikan atau taruh atau mereka ikutkan di Trading fahrenheit tersebut.

“Para pelaku mengajak masyarakat untuk dana dana tersebut pada trading fahrenheit dengan menggunakan jasa robot fahrenheit yang dikelola oleh PT SSI akademi pro dipimpin oleh seseorang inisial DS,” terang Auliansyah di Polda Metro Jaya, Selasa (22/3/2022).

Lebih lanjut Auliansyah menjelaskan, para pelaku sudah kita tangkap di Polda Metro melalui media sosial dan media online. Para member yang menjadi korban dana pada akun trading partner ini dengan mengirimkan dananya dengan cara mentransfer rekening milik pelaku atau tersangka dengan inisial DS. Kemudian pelaku mewajibkan untuk para anggota membeli robot untuk 10 persen dari dana yang diinvestasikan kepada para pelaku.

“Kepada para member bahwa robot pelaku trading D memiliki slogan yaitu 4D yaitu duduk, diam, dapat, duit. Kemudian mereka sampaikan kepada masyarakat, sehingga membuat masyarakat merasa yakin untuk menempatkan uangnya di robot trading fahrenheit ini,” papar Auliansyah.

Kami sudah mengamankan 4 pelaku dihadirkan ada 3, sementara yang 1 lagi baru kami amankan dan sedang kami lakukan pemeriksaan. Kemudian dari 4 pelaku akan kami dalami dan kembangkan masih ada pelaku-pelaku lainnya.

“Dari 4 pelaku yang sudah diamankan, ada barang bukti 2 kendaraan bermotor dan 2 unit apartemen yang sudah kami police line,” tukas Auliansyah.

Selain itu barang bukti 5 unit handphone, dan 72 buku tabungan BCA, 4 buku tabungan Bank Mandiri, 1 buku tabungan BNI, 4 bundel lembar cek uang tunai Rp 22 juta, 21 buku rekening koran PT Berkat Utama dan 5 PC Farhenheit ini semua kami sita dari tersangka DS.

Sedangkan dari tersangka inisial RJ kami menyita 5 unit handphone berbagai merk, 1 unit laptop.

Sedangkan dari tersangka MF diamankan 5 handphone dari berbagai merk, 1 unit laptop, 3 buku tabungan BCA atas nama MR, 1 buku tabungan Mandiri atas nama MR dengan nomor rekening sekian, 2 buku tabungan BCA. Kemudian 1 Google setor tunai BCA rekening PT BPR Sarana Utama Multidana. Lalu 1 modal setor tunai rekening ke PT Intidana sukses makmur, 2 token BCA, 2 bukti deposito berjangka PT BPR lestari Jakarta ini semua sudah kami sita.

Para tersangka dijerat Pasal 28 ayat 1, pasal 45 ayat 1, pasal 27 ayat 2, pasal 45 ayat 2, UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Transaksi dan Informasi Elektronik. Dan juga dikenakan pasal 105, 106 UU Perdagangan, TPPU pasal 55 dan 56 KUHP.**F01

Related posts