Diiming-imingi Keuntungan Besar Uang 39,5 Miliar Raib

  • Whatsapp

Jakarta,trass-Bos Pengusaha melaporkan suami istri berinisial DK alias DW sedang istrinya berinisial KA kepada pihak kepolisian merasa tertipu setelah menyerahkan sejumlah uang sebagai investasi yang diiming-iming keuntungan besar oleh pelaku pasutri sebagai trik memikat korban. Sehingga pengusaha tersebut menyerahkan uang sebesar 39,5 miliar rupiah kepada kedua pelaku suami istri.

Dari hasil laporan Bos pengusaha, yang melaporkan merasa ditipu pelaku suami istri ini.

Read More

Dit Reskrimum Subdit 2 Harda Polda Metro Jaya dengan gerak cepat berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku pasutri kasus murni penipuan dan sengaja menggelapkan dengan trik pemalsuan tindak pidana pencucian uang ( proyek fiktif).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri memberikan penjelasan, kasus murni penipuan ini berawalnya dari perkenalan korban dan pelaku di awal tahun 2019. Pelaku berinisial DK alias DW mengaku-aku sebagai mantan menantu dari seorang berinisial TP adalah ( Salah satu Petinggi Polri), atas dirinya mengaku banyak pengalaman dibidang bisnis perminyakan dan banyak memiliki proyek-proyek yang nanti dijanjikan mengeruk banyak keuntungan.

“Pelaku pasutri ini mengajak korban untuk bekerja sama di bidang bisnis batu bara dan solar, dengan janji diimingi keuntungan jumlah besar, marasa tergiur lalu kemudian pada tanggal 28 Januari 2019 korban mentransfer dengan sejumlah uang sebesar Rp 6,9 miliar ke rekening perusahaan pelaku, ” jelas Yusri saat merilis di Mapolda Metro Jaya, Rabu, ( 27/1/2021 )

Tidak sampai disitu aja Yusri menambahkan, dengan berbagai macam dalih permintaan proyek batu bara dan solar meningkat, pelaku meminta penambahan sejumlah uang kepada korban mentransfer uang sejumlah Rp 24 milliar. Dan permintaan pelaku dikabulkan dengan cara tiga kali transfer.

“Dari uang hasil penipuan ini mereka gunakan untuk membeli sejumlah barang mewah termasuk aset sebidang tanah berikut rumah beserta isi perabotannya, ” ujar Yusri.

Dari hasil pengembangan kasus, pihak Kepolisian berhasil menangkap beberapa pelaku semuanya berjumlah Lima orang pelaku masing-masing perannya yaitu berinisial FCT, BH, FS, DWI dan CN.

Dengan tempat yang sama, Tim Pengacara korban yang diwakili saudara Albert Yulius.SH membenarkan kronologis kasus kliennya.

“Sama yang dijelaskan Pak Kabid, bahwa semua proyek yang dijanjikan oleh para pelaku yang diiming-imingi keuntungan jumlah besar itu sebenarnya fiktif, ” ujar Albert.

Selanjutnya, Albert menambahkan bahwa korban yang selama ini sangat percaya kepada pelaku DW dari sikapnya yang dilihat korban sangatlah baik, alim dan taat beribadah, sehingga korban tidak merasa/ menaruh sedikitpun ada rasa curiga.

Para pelaku ini dapat dijerat dengan pasal berlapis, antara lain Pasal 372 KUHP, 263 KUHP yang merujuk Undang-undang No. 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU ). Tindak pidana pencucian uang ini ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal hingga 10 miliar.* ferr

Related posts