Dari Sespri Mantan Mensos Juliari, KPK Telusuri Uang Haram Yang Diterima

  • Whatsapp

Jakarta, majalahtrass.com,- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak surut terus mendalami penerimaan uang suap proyek bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Jabodetabek yang diperuntukkan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara.

Terkait kasus suap, terus didalami penyidik komisi antirasuah dari mantan sekretaris pribadi ” sespri ” mantan Mensos Juliari, namanya Selvy Nurbaity, yang mengetahui terkait kasus itu, dan terus dimintai keterangannya dalam pemeriksaan sebagai saksi, Rabu (31/3/2021).

Read More

“Saksi dimintai keterangannya antara lain terkait dengan dugaan berbagai penerimaan berupa sejumlah uang oleh tersangka Juliari P Batubara, yang mana diantaranya, atas penerimaannya melalui tersangka Matheus Joko Santoso,” ucap Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Ali Fikri, lewat pesan singkatnya, Kamis (1/4/2021).

Diketahuinya. Bahwa Matheus Joko Santoso, adalah mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bansos di Kementerian Sosial (KeMensos).

Menurutnya. Penerimaan aliran uang dari Matheus terhadap pihak-pihak lainnya, ini juga lagi didalami penyidik KPK pimpinannya Firli Bahuri. Termasuk ini, juga dari PNS Kemensos, adalah Fahri Isnanta, yang juga ikut diperiksa kemarin.

“Yang bersangkutan dimintai keterangannya antara lain terkait dengan dugaan aliran dana dari tersangka Matheus Joko Santoso ke beberapa pihak lainnya,” ungkap jubir yang latar belakangnya jaksa.

Dijelaskan sebelumnya, Komisi Pemberatasan Korupsi ( KPK ), bahwa Selvy merupakan orang yang dipercaya Juliari dapat mengelola dana fee dari hasil potongan bansos sebesar Rp 10 ribu per paket yang telah dipatoknya.

Dalam pelaksanaan paket bansos sembako pada periode pertama, telah terkumpul fee senilai Rp 12 miliar. Lalu Matheus kemudian membaginya secara tunai ke Juliari sejumlah Rp 8,2 miliar.

Selanjutnya, untuk periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, sudah terkumpul dana fee mulai bulan Oktober 2020 hingga dengan Desember 2020 senilai sekitar Rp 8,8 miliar. Jadi uang semuanya sejumlah Rp 17 miliar yang akan digunakan Juliari sendiri dan untuk kepentingan pribadinya sendiri.**rry

Related posts