Bos Sinarmas, Diduga Tersangkut Kasus Penipuan

  • Whatsapp

Jakarta, majalahtrass.com, – Dua Bos Sinarmas saat ini sedang diselidiki oleh Bareskrim Mabes Polri.

Walaupun dikenal mereka orang ternama, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian, mengatakan tak ada masalah ataupun hambatan bagi mereka dalam melakukan penyelidikan.

Read More

Diduga dua orang Big bos Sinarmas tersebut tersangkut dengan kasus penipuan.

Sebelumnya, telah diketahui Sinarmas kabarnya melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) saat proses hukum sedang berjalan di kepolisian.

“Sementara tidak adanya hambatan. Masih dalam proses penyelidikan,” ucap Andi kepada awak wartawan, Jumat (9/4/2021).

Menurutnya, Bareskrim Mabes Polri sebagai penyidik akan melakukan proses meminta keterangan terhadap semua pihak yang diduga terkait kasus dugaan penipuan ini termasuk dua orang terlapor yang merupakan bos Sinarmas yaitu Indra Widjaya dan Kokarjadi Chandra.

“Semua pihak yang ada kaitannya dan bisa memberikan informasi untuk menentukan ada tidaknya tindak pidana sedang proses klarifikasi,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua Penasehat Ahli Kapolri, Irjen (Purn) Sisno Adiwinoto meminta untuk mempedomani arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani suatu perkara.

Termasuk, jelasnya kasus ini, adanya dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor kedua Big bos Sinarmas.

“Pada prinsipnya arahan Bapak Presiden mesti dipedomani. Pelaku kejahatan mesti ditangani dengan seksama dan benar. Kalau adanya oknum yang bermain agar ditindak tegas,” ungkapnya.

Menurutnya, Presiden Jokowi pernah mengingatkan kepada para penegak hukum supaya menegakkan hukum dengan tegas dan jangan pernah memeras para pelaku usaha.

Sebab, kata dia, Presiden Jokowi sendiri mendengar langsung masih adanya dugaan oknum penegak hukum yang menyalahgunakan wewenang.

“Jadi prinsip arahan Bapak Presiden harus menjadi perhatian bagi semua aparat penegak hukum dan pemerintah,” ucapnya.

Dijelaskan sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan penyidik akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

Mengingat, kedudukan petinggi Sinarmas sama dimata hukum.

“Equality before the law. Seluruh warga negara sama kedudukannya di mata hukum yang berlaku,” pungkas Rusdi.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan kasus dugaan penipuan dengan terlapor petinggi Sinarmas dilakukan gelar perkara pada, Kamis,18 Maret 2021.

Menurut dia, kasus ini dilaporkan pada 10 Maret 2021 kemudian akan dimulai dengan proses gelar perkara terlebih dahulu.

Namun, kasus ini masih didalami belum naik ke tahap penyidikan.

Menurut laporan, Andri Cahyadi selaku korban ( Pelapor ) merasa dirugikan sebesar Rp 15 triliun.

“Saya sampaikan adanya laporan polisi yang diterima Bareskrim terkait kasus dugaan penipuan, penggelapan, pemalsuan dan TPPU. Menurut laporan, korban atau pelapor merasa dirugikan Rp 15 triliun. Dijelaskan.Ini bukan hasil penyidikan, tapi atas laporan dari korban atau pelapor,” jelas dia.

Berdasarkan laporan yang beredar, laporan Andri tercatat dalam Laporan Polisi (LP) bernomor LP/B/0165/III/2021/Bareskrim, tertanggal 10 Maret 2021.

Andri melaporkan Indra Widjaja dan Kokarjadi Chandra atas dugaan kasus penipuan atau perbuatan curang, penggelapan, penggelapan dalam jabatan, pemalsuan surat dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hal itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 374 KUHP, Pasal 263 KUHP Jo Pasal 264 KUHP Jo Pasal 266 KUHP, dan tindak pidana pencucian uang Pasal 2, Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU ).**rry

Related posts