Bareskrim Polri Mengungkap Aset Tersangka Indosurya di Luar Negeri

  • Whatsapp

Majalahtrass.com,- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyatakan bahwa aset yang dimiliki oleh tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta diketahui tersebar di beberapa negara.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helmy Santika menyatakan polisi tengah mengupayakan pengejaran aset-aset tersangka di luar negeri demi mengembalikan kerugian bagi para korban.

Read More

“Ada ( aset ) yang di Australia, ada juga di Singapura, dan sebagainya. Ada juga kapal pesiar, dan sebagainya,” ucap Helmy kepada wartawan di Mabes Polri,pada Kamis (3/6/2021).

Dalam keterangannya, Helmy menjelaskan, aset-aset tersebut kini tengah di data penyidik untuk kemudian diverifikasi lebih lanjut. Yang nantinya, kata dia, polisi akan berupaya menyita aset-aset Indosurya yang berada di luar negeri tersebut.

Butuh waktu dan proses, Walaupun begitu Helmy mengakui bahwa proses tersebut tak mudah lantaran harus menjalin kerja sama dengan pelbagai instansi terkait.

“Hambatan-hambatan atau kesulitan-kesulitan inilah yang kelihatannya seperti membuat kesan penyidikannya lambat,” imbuhnya

Sambungnya, Belum lagi, kata dia, polisi masih perlu menyortir aset milik para tersangka yang hanya berkaitan dengan perkara ini. Pasalnya, penyidik tak dapat menyita aset-aset milik Indosurya sebelum peristiwa atau terjadinya pidana itu, yakni dalam kurun waktu 2012 hingga sekarang.

Dijelaskannya, Helmy mengatakan, hingga saat ini tercatat sudah ada sekitar 1.200 korban Indosurya yang mengadu ke Bareskrim. Dari jumlah itu, total kerugian korban ditaksir mencapai sebesar Rp5 triliun.

“Nah, meneliti tiap aset-aset itu, perolehannya kapan, kepemilikannya bagaimana, ada di mana ini kan perlu waktu,” jelas Helmy.

Selain itu, kata dia, sejumlah aset milik tersangka perorangan maupun korporasi telah disita penyidik. Contohnya, Helmy merinci, rekening senilai Rp 29 miliar, dan 46 kendaraan, serta dokumen pembukaan rekening, hingga beberapa bukti lainnya.

Secara rincinya,Helmy belum dapat menerangkan serta menjelaskan lebih lanjut nilai aset sitaan dari para tersangka hingga saat ini.

Terkait kasus ini, setidaknya ada tiga tersangka yang telah dijerat kepolisian. Mereka adalah Ketua KSP Indosurya Henry Surya, kemudian Manager Direktur Koperasi Suwito Ayub, dan Head Admin June Indria. Selain itu Bareskrim Polri juga menetapkan KSP Indosurya sebagai tersangka korporasi.

Berawalnya Kasus ini ketika pada Februari 2020, sejumlah nasabah Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta tidak mendapatkan pencairan atas deposito mereka yang telah jatuh tempo di koperasi tersebut. Jumlah deposito itu mencapai Rp14,6 triliun. Dari total nasabah koperasi ini sekitar 5.700 nasabah.

Diketahui bahwa koperasi ini menjanjikan imbalan bunga yang tinggi sebesar 9 persen hingga 12 persen per tahun, jauh di atas bunga deposito perbankan yang hanya berkisar 5-7 persen dalam jangka waktu yang sama.**rry

Related posts