Anggota DPR Kecam Aksi Penyerangan Pekerja PTT

Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas

Read More

MAJALAHTRASS.COM, Biak: ~ Anggota Komisi I DPR, Yan Permenas Mandenas mengecam aksi penyerangan para pekerja yang menjadi korban insiden dari kelompok kriminal bersenjata pada Rabu (2/3) laaklu di Site Repeater B3 (CO 53M 756085 9585257) Distrik Mulia, Kabupaten Puncak, Papua dan mendesak TNI/Polri agar segera menangkap para pelaku dan mengusut tuntas serta melakukan proses hukum secepatnya.

“Saya pikir ini akan menjadi salah satu isu dan agenda untuk melakukan evaluasi langkah-langkah yang keamanan yang sementara ini dilakukan dan ditangani oleh Panglima TNI dan Kapolri. Setelah masa reses Komisi I DPR akan melakukan rapat dengan Panglima TNI untuk membicarakan kembali penanganan di wilayah-wilayah khusus daerah konflik seperti Puncak dan sekitarnya yang ada di Papua,” ujarnya Minggu (6/3/2022).

Ditambahkannya, aparat keamanan harus benar-benar berperan maksimal dan memberikan perlindungan bagi setiap warga negara warga masyarakat yang beraktivitas di lokasi tersebut. Apalagi seperti para pekerja yang tengah membangun sejumlah proyek pemerintah wajib diberikan perlindungan.

“Ini tidak boleh terjadi lagi. Negara tidak boleh kalah dari KKB,” harapnya.

Menurutnya sejumlah warga Papua yang berseberangan ataupun berbeda ideologi dan pendapat dengan pemerintah Indonesia tidak boleh mencederai warga sipil lainnya. Ini termasuk bagian dari pelanggaran HAM.

“Pembantaian ini tidak manusiawi. Menunjukkan sikap kita tidak terpuji dan mencemari nama baik orang Papua,” katanya.

Ia menegaskan sejak lama perlu ada evaluasi internal TNI dan Polri untuk membuat strategi baru keamanan di wilayah Papua yang rawan konflik. Pergerakan warga yang kini terlibat konflik perlu dipantau.

“Harus ada strategi khusus untuk menangani wilayah Papua yang rawan konflik. Selain itu harus ada operasi-operasi yang bisa menertibkan wilayah tersebut,” tambahnya.

Mandenas juga menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga para pekerja PT Tower Palapa Timur Telematika (PTT). Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) wajib memberikan gelar pahlawan telekomunikasi kepada para korban karena mereka telah berjasa melaksanakan tugas negara membangun sarana telekomunikasi di wilayah 3T (terpencil, terluar, dan tertinggal) khususnya di Papua. *F01

Related posts