Agenda Sidang Putusan Korupsi Bansos Juliari Batubara, Ada Opsi Vonis Bebas

  • Whatsapp

Majalahtrass.com,- Mantan Menteri Sosial ( Mensos ) Juliari Batubara akan menjalani sidang putusan atas kasus korupsi bantuan sosial COVID-19 yang menjeratnya. Sidang putusan ini akan disampaikan pada Senin (23/8) pagi, dengan Juliari akan dihadirkan secara virtual.

Sementara opsi vonis apakah yang kira-kira bisa Juliari terima atas kasus rasuah yang menjeratnya ini? Secara mengejutkan opsi vonis bebas bisa terjadi ada, menyusul permohonan Juliari dalam sidang sebelumnya.

Read More

“Permohonan saya, permohonan istri saya, permohonan kedua anak saya yang masih kecil-kecil serta permohonan keluarga besar saya kepada majelis hakim Yang Mulia,” ucap Juliari pada Senin (9/8) lalu. “Akhirilah penderitaan kami ini dengan membebaskan saya dari segala dakwaan.”

Namun tentu saja vonis bebas bukan satu-satunya yang bisa dijatuhkan kepada Juliari. Pelaksana Tugas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri sendiri meyakini majelis hakim akan mengikuti gugatan yang diajukan pihaknya, yakni 11 tahun penjara.

“Kami tentu berharap analisa yuridis tim jaksa KPK akan diambil alih majelis hakim sehingga terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum,” ujar Ali Fikri dalam pesan singkatnya, Senin (23/8). “Kami yakin dan optimis seluruh amar tuntutan tim jaksa KPK juga akan dikabulkan majelis hakim.”

Menurut, KPK sendiri menuntut beberapa hal selain hukuman penjara 11 tahun. Beberapa sanksi lain yang diajukan terhadap Juliari meliputi denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan, uang pengganti Rp14,6 miliar dengan batas waktu sebulan setelah putusan inkrah, serta dicabut hak politiknya selama 4 tahun.

Selain itu, aktivis antikorupsi punya pandangan berbeda untuk vonis yang mungkin dijatuhkan kepada Juliari. Namun Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman meyakini hakim akan menjatuhkan hukuman yang lebih berat ketimbang tuntutan jaksa.

“Sangat optimistis (Juliari) dihukum berat bahkan di atas tuntutan jaksa 11 tahun,” tegas Boyamin, Minggu (22/8). Boyamin memprediksi hakim menjatuhkan pidana penjara antara 15-20 tahun, atau bahkan seperti harapannya, yakni seumur hidup.

Terkait kasus ini, jaksa meyakini Juliari sudah menerima suap sebesar Rp32,48 miliar dari para vendor pengadaan bansos COVID-19. Uang suap ini konon diterima lewat dua pejabat Kemensos, yakni Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.**rry

Related posts