Ada 5 NoVum Kombes Rachmat Widodo dan Aurellia Sama-sama Tersangka

  • Whatsapp

Majalahtrass.com,- Keributan anak dan ayah, Aurellia Renatha dengan Kombes Rachmat Widodo kini memasuki babak baru. Bukti-bukti baru ( Novum ) baru terungkap dari kasus dugaan terjadinya penganiayaan.

Read More

Hal ini mencuat pada Juli 2021. Diawali viral postingan Aurellia Renatha soal dugaan penganiayaan sang ayah.

Diketahuinya, keduanya saling lapor polisi usai kejadian itu. Aurellia dan Rachmat Widodo sama-sama ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT dan penganiayaan.

Sebelumnya, Kombes Rachmat Widodo sudah ditetapkan sebagai tersangka terlebih dahulu. Berselang 1 tahun berlalu, kemudian Aurellia Renatha memajang foto dirinya sedang memegang surat panggilan dari Polres Jakarta Utara. Yang mengejutkan, bunyi dalam surat panggilan itu tertera bahwa Aurellia Renatha dipanggil sebagai tersangka.

“Iya benar. Sudah (tersangka),” terang Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guntur Arif Dermawan saat dikonfirmasi terkait penetapan tersangka Aurelia, Kamis (7/10/2021).

Dalam hal ini pernah dilakukan mediasi upaya untuk berdamai

Sementara hubungan anak dan ayah, Aurellia Renatha dan Kombes Rachmat Widodo terputus seusai insiden dugaan penganiayaan sang ayah. Di tengah proses hukum yang sedang bergulir, Aurellia sempat menginisiasi perdamaian dengan sang ayah.

“Sebetulnya bulan April 2021 lalu itu hampir terjadi perdamaian, saya yang inisiate,” tutur Aurellia, Kamis (7/10/2021) malam.

Menurutnya, Aurellia mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri kisruh dengan sang ayah. Ia menginisiasi damai karena ingin mencari ketenangan batin.

Selain itu Aurellia dengan penuh harapan berangkat ke Polres Metro Jakarta Utara untuk bertemu dengan sang ayah. Ia tiba di Polres Metro Jakarta Utara sekitar pukul 09.00 WIB pagi untuk proses perdamaian.

“Saya sudah datang dari pukul 09.00 WIB, ditunggu sampai sore pukul 16.30 WI, ayah saya tidak datang-datang. Saya merasa dipermainkan,” ujarnya.

Berselang waktu, berjam-jam menunggu, Aurellia tidak dapat bertemu dengan ayahnya di Polres Metro Jakarta Utara. Hingga akhirnya penyidik menghubungi Kombes Rachmat Widodo, mengabarkan bahwa putrinya sudah tiba.

Keputusannya, Hingga akhirnya Kombes Rachmat Widodo meminta pertemuan dipindah ke coffee shop di Kelapa Gading. Aurellia bersama penyidik kemudian berangkat ke lokasi yang telah ditentukan.

Aurellia juga ditemani sang ibu. Penandatanganan kesepakatan damai itu rencananya akan dilakukan oleh Kombes Rachmat Widodo dan ibunda Aurellia.

Sayangnya, rencana perdamaian itu batal. Kombes Rachmat Widodo membuat situasi kembali memanas saat upaya perdamaian itu.

“Di situ yang (mau) tanda tangan mama saya sama papah, jadi saya benar-benar nggak ngomong apa-apa. Malah tiba-tiba kepala saya ditunjuk ‘Kau nggak kawin kau’, ya udah nggak jadi akhirnya,” ungkapnya.

Usai mendengar perkataan Kombes Rachmat Widodo saat itu, ibunda Aurellia bereaksi.

“Mama saya ngebelain ‘kok ngomong gitu sih’, ya udah akhirnya nggak jadi damai akhirnya,” jelasnya menutup pembicaraan.**rry

Related posts